31 Mei 2020

Baking Dan Pelajarannya


Dimasa pandemik Covid 19 ini saya merasakan bahwa kegiatan bekerja di rumah sangat menyita waktu saya lebih dari waktu kerja secara normal. Mungkin ini disebabkan karena saat ini ada banyak hal yang saya harus persiapkan pasca integrasi perusahaan dimana saya bekerja, pemindahan kantor ke gedung yang baru dan adanya peraturan pemerintah untuk menjalankan pekerjaan dari rumah. Hal ini menyebabkan saya merasakan tekanan yang cukup berat sehingga menyebabkan saya jadi kesulitan untuk tidur. Begitu juga anak saya sudah beberapa kali menyatakan bahwa ibunya selalu bekerja saat di rumah dan kurang membagi waktunya untuk memperhatikannya.

Saya akhirnya secara tidak sengaja mendapatkan ide untuk melepas rasa tertekan karena beban pekerjaan dengan mencoba membuat beberapa hal yang selama ini tidak pernah saya lakukan sebelumnya seperti menikmati saat - saat menulis indah sebagai sarana meditasi, dan juga kegiatan membuat beberapa resep kue bolu sederhana dimana kegiatan ini tidak pernah saya berani lakukan sebelumnya dengan alasan ribet dan susah.

Tapi berkat dorongan dari suami dan teman - teman dekat saya pun memberanikan diri untuk mencoba resep kue sederhana. Langkah awal ini diawali dengan mencari alat - alat pendukung seadanya di rumah seperti mixer dan juga oven manual milik ibu saya yang sudah sekian tahun ada dalam kardus pindahan yang tidak pernah saya sentuh. Saat akhir pekan saya mencari resep sederhana yang menggunakan ukuran bahan - bahan yang diukur menggunakan sendok karena saya tidak mempunyai alat ukur untuk mengukur keperluan bahan kuenya. Satu kue bolu Cappuccino berhasil saya buat sebagai kue bolu pertama yang saya bisa buat dengan hasil yang cukup memuaskan menurut ukuran sebagai pemula yang baru  pertama kali dalam seumur hidup saya mencoba membuat kue bolu (usia saya sudah kepala 4 lho 😁). Bahkan ibu saya pun yang dulunya mempunyai catering yang cukup berpengalaman membuat masakan dan juga kue cukup kaget dan memberikan pendapat yang baik akan hasil kue yang saya buat. Ternyata anak saya pun gembira karena bisa menikmati makanan kecil buatan ibunya dan ini cukup menginspirasi saya untuk membagi waktu dan perhatian dengan membuatkan makanan kecil untuknya setiap akhir pekan sebagai pengganti waktu - waktu yang banyak tersita di hari kerja. Bahkan saya pun mengajaknya untuk membantu saya membuat kue dan menikmati waktu yang menyenangkan bersama - sama.

Dan kegiatan ini terus berlangsung dan membuat saya jadi bersemangat setiap kali menjelang akhir pekan. Keletihan dan rasa tertekan di hari - hari kerja pun mencair setiap kali saya mecari resep kue baru untuk saya buat di hari Sabtu atau Minggu.
Memang hasilnya seringkali tidak baik seperti bantat, miring, rasanya kurang pas, dll. Bahkan tangan saya pun harus terkena oven panas saat tergesa - gesa membuka oven karena kue sudah mulai terlalu coklat alias agak gosong. Tidak cuma itu,  halangan dikala aktivitas pun terjadi juga seperti oven yang rusak karena tidak terbuka pintunya, mixer yang berdecit bunyinya seperti mau copot pemutarnya bila dipakai untuk high speed (maklum alat - alat itu adalah alat yang dulu dipakai ibu saya dan sekarang diwariskannya pada saya). Tapi saya selalu merasa puas dan bahagia. Bahkan hal itu membawa saya untuk berkeinginan untuk terus mencobanya lagi untuk bisa mendapatkan hasil yang mengalami perubahan yang semakin baik juga saya mencari pertolongan dari suami dan orang lain untuk mendapatkan jalan keluar untuk memperbaiki alat - alat pendukung yang rusak atau apabila resep kurang baik hasilnya. Dan alhasil dari bolu, pastel tutup, cakwe, puding bahkan roti berhasil saya coba untuk buat. Dan tanpa terasa sudah sebulan lebih saya melakukannya. 

Dan malam ini disaat pemerintah kami sedang mempersiapkan diri untuk mulai membuka kegiatan "New Normal" pasca Pandemic ini dan kami akan mempersiapkan diri untuk kembali melakukan kegiatan pekerjaan normal kembali di kantor , saya melihat kebelakang akan semua hal yang telah terjadi dan saya lalui. Saya melihat bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila kita mau mencoba dan tidak terpaku pada kata "Tidak Bisa". Asal ada keinginan dan tekad juga kemauan untuk tidak menyerah pada setiap masalah dan kegagalan yang kita hadapi selama membuat kue, maka segala kemungkinan keberhasilan akan kita dapatkan. 

Saya bersyukur untuk Work from Home karena pandemic Covid 19, masalah pekerjaan di kantor yang baru, dan kepada pelajaran selama membuat kue selama satu bulan di bulan May. Dari membuat kue saya banyak belajar melihat strength yang ada dalam saya, belajar melihat bahwa dalam setiap masalah / pergumulan selalu ada jalan keluar apabila kita tidak mudah menyerah pada kondisi dan keadaan di sekeliling kita,  juga tidak ada yang tidak mungkin dalam Tuhan. Jikalau Tuhan ada didalam kita Dia akan membawa kita untuk belajar mengembangkan apa yang selama ini belum tersentuh untuk di develop dan hal yang buruk menurut manusia akan dijadikanNya sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan untuk kita. 

14 Mei 2020

Undangan Kebaikan

Malam ini saya berpikir kenapa ya sudah beberapa kali kami menerima kebaikan - kebaikan dari orang - orang yang tidak pernah kami pikirkan akan melakukan itu kepada saya dan keluarga sebelumnya.

Tapi kami juga merasakan setelah kami menerima kebaikan mereka, rasa syukur dan kerinduan untuk ingin juga melakukan kebaikan untuk orang lain pun menjadi pemicu yang kuat untuk saya dan suami lakukan kepada orang lain. Dan kami rasakan sesuatu yang menurut kami adalah kebahagiaan atau sukacita tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata setelah melakukannya.

Saya jadi teringat saat kebaikan demi kebaikan bergulir bergantian saat kami mulai membagikan kebaikan - kebaikan kecil seperti pada saat kami membeli tahu di tukang tahu langganan kami yang menawarkan dagangannya ke rumah kami. Kami sudah merasakan rasa enak dari tahu tersebut dan kami juga teringat saudara yang tinggal tak terlalu jauh dari rumah yang mana kami seringkali berbagi cerita bagaimana kami harus bisa melakukan pengaturan pengeluaran uang dengan hati - hati karena kami sama - sama masih menyicil biaya cicilan rumah yang buat kami lumayan besar. Sewaktu membeli tahu langganan kami ini, saya teringat kepada mereka dan kami ingin membagikan tahu dan risoles yang kemudian kami antarkan ke rumah mereka. Setelah peristiwa tahu tersebut beberapa hari kemudian kami menerima kiriman wedang uwuh dari tetangga sebelah kami yang setelah kami minum enak sekali rasanya dan cukup menyehatkan untuk kami konsumsi pada masa pandemic Covid 19 ini.

Dan kebaikan - kebaikan kecil ini terus kami lakukan lagi kepada orang lain dan selalu ada kebaikan - kebaikan yang lain yang kemudian kami terima kembali dari orang lain dalam bentuk yang berbeda - beda.

Saya teringat cerita wanita Sunem dan suaminya yang membuatkan ruangan di atas rumah mereka untuk dijadikan ruangan istirahat bagi Elisa apabila sedang mengunjungi tempat mereka saat ada pelayanan disana (2 Raja - Raja 4:8-17). Kebaikan dan perhatian suami istri ini menjadi pemicu bagi Elisa untuk memberikan kembali kebaikannya kepada mereka dengan mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan wanita Sunem dan suaminya tersebut.

Dari peristiwa demi peristiwa ini saya belajar satu hal bahwa Tuhan selalu memberikan kepada kita undangan berupa kebaikan - kebaikanNya melalui orang - orang yang ada disekitar kita baik yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Tuhan memberikan kebaikan dan berkatNya kepada kita melalui orang - orang yang juga menerima undangan kebaikan Tuhan.
Tuhan tidak memaksa kita untuk menerima undanganNya. Dia sangat lembut dan tidak pernah memaksa kita untuk merespon undanganNya. Dia hanya menunggu apabila kita merespon dan menerima undanganNya maka saat itulah Tuhan menggerakkan kita untuk membagikan kembali kebaikanNya sebagai undangan kebaikanNya Tuhan kepada orang lain. Dan kebaikan Tuhan akan terus bergulir seperti rantai yang tidak pernah terputus untuk terus bergerak memberkati orang - orang di seluruh dunia ini. Sehingga melalui kebaikan kita yang diajarkan Tuhan, seluruh manusia di muka bumi ini bisa merasakan kasih dan kebaikan Tuhan yang nyata melalui kita anak - anakNya di dunia.
 
Oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk membagikan undangan KebaikanNya Tuhan kepada orang - orang yang Tuhan ingatkan kepadamu untuk menerima kebaikanNya Tuhan. 


18 November 2019

"JANGAN CENGENG!”


Entah mengapa kata – kata ini terus menerus muncul dan bergema di dalam pikiranku. 
Sampai aku merebahkan badanku di tempat tidurpun masih saja bergema dan membuatku sulit untuk memejamkan mata.
Berawal dari kesaksian yang diceritakan sahabatku  malam itu dimana seperti biasa kami selalu melakukan pertemuan jika ada salah satu dari kami yang mengalami kesulitan atau permasalahan. Pertemuan kami di sebuah tempat makan membawa kami pada acara makan malam bersama dan berpindah ke sebuah café untuk pada akhirnya kami saling mengingatkan satu sama lain supaya tidak menyerah pada permasalahan seberat apapun dan mau berbagi kepada kami supaya kami bisa saling menolong.

Salah satu dari teman kami menceritakan apa yang dialami dan dirasakan pada saat dia berada di negara lain untuk melanjutkan study dan mengalami kesusahan pada saat  beradaptasi dengan pelajaran kuliahnya, dan pada saat dia menceritakan kegalauan dan perasaannya  kepada suaminya yang mendampinginya selama berada di negara orang tersebut suaminya mengatakan bahwa menjadi orang Kristen itu tidak boleh cengeng! Hadapi setiap hal dan percaya semua akan bisa dilalui dan percaya selalu ada jalan keluarnya. Percaya saja pada Tuhan yang sudah mengirim mereka sampai bisa melanjutkan study di negara orang.

Kata – kata itu terdengar agak kurang berperasaan sebenarnya pada awal saya mendengarnya. Tetapi setelah saya mencerna secara perlahan sembari mendengarkan sahabat saya membagikan ceritanya sampai pada hasil yang didapat setelah semuanya bisa dia lalui, maka pikran saya pun menerawang pada apa yang seringkali saya alami di dalam menjalani setiap fase baik dalam berkeluarga dan juga dalam pekerjaan saya. Memang sangatlah benar adanya bahwa jika kita cengeng seringkali kita akan diperhadapkan kembali dengan masalah yang masih terus saja sama. Apalagi memang kehidupan ini tidaklah semudah seperti yang kita harapkan. Selesai dengan masalah yang satu maka kita akan diperhadapkan dengan masalah yang kadangkala akan lebih berat dari yang sebelumnya. Atau apa yang kita harapkan kadangkala tidak terjadi sesuai harapan kita. Oleh sebab itu mengapa Firman Tuhan memang mempersiapkan kita untuk tidak mudah menyerah pada keadaan walau seringkali seperti tidak ada pintu atau jalan yang terbuka dihadapan kita. Didalam II Tawarikh 15:7 mengatkan “Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu”, Mazmur 31:24 pun mengatakan: “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan!”. Bahkan dalam Yesaya 41:6 Tuhan mengingatkan kita untuk saling menolong dan menguatkan  sahabat, teman atau orang lain sekalipun, supaya tidak menyerah dan menguatkan hati kita sampai Tuhan memberikan jawaban untuk setiap pergumulan atau masalah dalam hidup kita.

Bukan lagi saat nya buat kita untuk cengeng, tapi teruslah percaya karena Allah kita tidak pernah tidak memiliki ide dan cara untuk menolong kita. Dia berjanji untuk tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu ada walaupun kita tidak bisa mendengar, melihat dan memegangnya. Dia selalu ada di hati kita, ya didalam kita. Jadi mengapa harus takut, cemas dan cengeng. Mari kita terus mempercayai Tuhan dan menunggu waktuNya untuk memberikan pertolongan bahkan membela kita.

Aku mempersembahkan tulisan ini untuk sahabat -sahabat wanitaku yang luar biasa.

9 April 2017

Pengharapan melalui sahabat

Senin pagi ini kudorong semangatku untuk memenuhi janjiku kepada sahabat-sahabatku untuk melakukan pertemuan disalah satu rumah mereka. Sebenarnya raga ini sudah melemah karena keletihan dalam masalah yang tidak pernah berhenti didepan pintu jawaban. Tapi ada satu pribadi yang sangat lembut yang tetap memberikan semangat untuk menepati janjiku pada mereka.

Sesampainya di rumah sahabatku, pembicaraan berlangsung sangat cepat dan menyenangkan. Semua kesulitan dan permasalahan yang membuatku terbeban sedikit demi sedikit terangkat. Ternyata bukan hanya aku yang menghadapi pergumulan tetapi sahabat - sahabatku pun mempunyainya walau dalam bentuk yang berbeda. Bahkan menyediakan waktu untuk menghadiri pertemuan kami pun adalah salah satu hal yang tidak bisa dianggap mudah bagi sahabat-sahabatku, dimana mereka bergumul juga untuk datang karena mereka sudah mempunyai tanggung jawab untuk mengurusi anak-anak, membagi waktu dengan pekerjaannya, bahkan ada yang bertempat tinggal sangat jauh.
Jadi semua memberikan waktunya untukku. Betapa malunya aku.

Kami berbincang sampai lupa akan waktu yang sudah bergeser semakin siang dan sudah saatnya untuk makan siang. Seorang sahabat yang memberikan rumahnya sebagai tempat pertemuan telah menyediakan makanan untuk kami dan salah seorang yang lain telah memasakkannya juga. Kami menikmati pertemuan dan makan siang yang luar biasa.

Tidak berhenti sampai disitu, aku masih menikmati penghiburan selanjutnya yang diberikan sahabatku yaitu mesin pembersih bulu untuk bulu kakiku yang tidak pernah lagi dibersihkan, dan perawatan untuk mukaku juga. Sahabat-sahabatku tahu benar cara yang sederhana untuk mengobati keresahan dan kegalauan hatiku. Mereka membawakan alat-alat perawatan mereka untuk dipakaikan kepadaku dan juga tadinya akan ada kelas makeup yang disediakan untukku juga.

Hari itu memang diawali dengan airmata tapi diakhir dengan ucapan syukur dan kegembiraan bahwa tetap ada pengharapan baru. Pengharapan yang asalnya dari Tuhan dan disampaikan melalui perpanjangan tanganNya di bumi, yaitu pengharapan melalui sahabat!

"My best friend is the best medicine in this world. The ingredients are simple. It is just caring and sharing.” —Anonymous-

18 November 2016

MENCINTAIMU

Mencintaimu adalah mencintai meskipun kamu tidak dapat makan dengan tanganmu sendiri saat ini.

Mencintaimu adalah mencintai meskipun kamu tidak bisa mandi sendiri dan setiap hari aku yang membantumu untuk membersihkan dirimu.

Mencintaimu adalah mencintai meskipun badanmu bau karena bagian ketiakmu yang tertutup bebat luka dan tidak dapat dibersihkan selama berminggu minggu.

Mencintaimu adalah mencintai meskipun kamu tidak bisa mengangkatkan gallon air mineral untuk suplai minuman di rumah ketika mulai habis.

Mencintaimu adalah mencintai meskipun kamu tidak bisa mengantarkan aku dan anak kita kemana - mana.

Mencintaimu adalah mencintai meskipun kamu tidak bisa mengusir binatang melata yang masuk ke kamar mandi kita seperti biasanya.

Mencintaimu adalah mencintai tidak hanya disaat suka, senang dan bahagia, tetapi juga disaat sedih, sakit dan penuh dengan pergumulan.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13)

31 Oktober 2016

Bersyukur

Saya bersyukur bahwa meskipun saya kehujanan sore kemarin tapi saya masih punya baju kering dan bersih di rumah untuk mengganti baju yang basah kuyup akibat hujan yang turun dengan deras karena cuaca ekstrim tahun ini. Sedangkan masih ada orang - orang yang kehujanan tapi tak punya baju lagi untuk mengganti baju mereka yang basah. Mereka hanya punya baju yang mereka pakai di badannya akibat kebakaran yang melahap habis semua barang-barang yang dimilikinya.

Saya bersyukur meskipun saya  pulang kemalaman sehabis melakukan kegiatan dan juga kondisi jalan yang macet, tapi saya masih bisa pulang ke rumah dan beristirahat dengan nyaman diatas kasur yang empuk.  Sedangkan masih ada orang - orang yang ketika malam semakin larut mereka mulai berpikir dan mereka tidak tahu kemana tempat yang akan mereka datangi untuk beristirahat malam ini karena kolong jembatan yang biasa mereka datangi untuk beristirahat dipenuhi air karena banjir.

Saya bersyukur meskipun kepanasan saat panas Jakarta menyengat kulit dan terguyur hujan yang lebat karena hanya motor yang kami miliki sebagai alat transportasi, tetapi saya masih bisa cepat sampai di tempat tujuan. Sedangkan masih ada orang yang harus berjalan kaki menuju tempat yang mereka akan datangi yaitu rumah sakit tempat anak mereka yang telah berminggu- minggu dirawat karena sakit, dan menyimpan sisa uang yang tersisa  untuk makan siang mereka selama menjagai anak yang sakit daripada menaiki angkot.

Saya bersyukur masih mempunyai orang tua yang walaupun seringkali mengatur dan merajuk jika saya salah menyampaikan sesuatu maksud namun dia adalah orang tua yang telah berkorban, berjuang, mengasihi tanpa pamrih dan selalu mendoakan saya  disaat saya mengalami kesusahan dan masalah.
Sedangkan sangat banyak anak - anak yang sejak mereka membuka mata mereka tidak tahu siapa orang tua mereka bahkan setelah besar mereka hanya tahu bahwa mereka ditemukan oleh pemulung di dalam kardus mie instant bekas di samping tempat pembuangan sampah. Sehingga sampai besar pun tak pernah ada yang menyampaikan kepadanya bahwa mereka dikasihi dan ada orang tua yang menyatakan betapa sayang dan bangganya mereka memilikinya sebagai anak.

Bahkan sekarang saya mengerti benar mengapa saya seringkali diingatkan untuk selalu bersyukur dengan pekerjaan yang saya miliki pada saat itu.
Walaupun banyak tantangan, persaingan, ketidak sempurnaan management tempat kita bekerja, sampai kemacetan jalan menuju tempat bekerja, namun dibandingkan dengan banyak orang di luar sana yang bangun pagi dan mereka tidak tahu mereka akan pergi kemana untuk menyalurkan kemampuan mereka dan mendapatkan penghasilan untuk menyambung hidup keluarganya.

Jadi masihkah kita tidak bisa bersyukur bahkan untuk nafas yang masih bisa kita hirup pagi ini?
Mari terus bersyukur karena pengharapan itu pasti ada.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Mazmur 139:14

30 Oktober 2016

Menikah

Pertemuan hari ini dengan seorang teman yang akan mempersiapkan pernikahan benar - benar mengingatkan saya akan semangat yang saya rasakan saat dimana saya mempersiapkan pernikahan saya dan suami saya 8 tahun yang lalu. Hal itulah yang menyebabkan saya dan suami saya sangat antusias dan senang apabila dimintai tolong untuk membantu atau membagikan apa yang pernah kami alami kepada pasangan - pasangan yang akan mempersiapkan pernikahanya.

Mungkin pembicaraan yang kami bagikan hanyalah tips mengenai hal - hal yang kadang kala terlupakan atau terlewatkan saat mempersiapkan pernikahan mereka atau mengingatkan bahwa pernikahan yang akan mereka adakan adalah moment sekali seumur hidup mereka sehingga perlu untuk dipikirkan, dibicarakan dan di persiapkan lebih matang. Dan yang tak kalah penting adalah apa saja kesalahan - kesalahan yang kami tidak ingin mereka juga alami karena ketidakmengertian mereka. Didalam persiapan - persiapan inilah kemampuan berkomunikasi mereka dimulai untuk dilatih lebih banyak dan menurut kami itu sangat penting untuk mereka. Karena setelah pesta pernikahan selesai maka akan ada komunikasi - komunikasi selanjutnya yang akan dilakukan lebih sering dan semakin  berat.

Tentu menikah adalah hal yang luar biasa bagi setiap pasangan yang telah menjalani hubungan yang special. Karena itu bersukacitalah dan nikmati setiap hal yang akan dihadapi, dipersiapkan, dan dijalani sebagai sesuatu yang besar. Jangan hanya biasa - biasa saja dalam mempersiapkannya. Tentu ini bukan menyangkut pesta yang harus diadakan secara besar-besaran dengan menghabiskan biaya yang besar dan mewah. Tapi lebih kepada bagaimana kamu menaruh effort yang besar dalam mempersiapkan pernikahan yang akan dihadapi. Dan nikmati kehebohan, setiap tantangan dan masalah sebagai hal yang menggairahkan dan mengasyikan. Karena inilah perayaan bagi setiap  pasangan yang telah bergumul sebelumnya untuk mendapatkan pasangan hidup, keputusan untuk berkomitmen, saling mencintai dan setia sampai maut memisahkan.
Kalo pasangan itu sendiri tidak bersemangat dengan persiapan pernikahan mereka bagaimana nanti akan bersemangat dalam menjalani pernikahan mereka kedepan. Jadi bersemangatlah!

Selamat menempuh hidup yang baru.

"Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka". (Pengkhotbah 4:9)

26 Oktober 2016

Pasar & Semangatnya

Bagi saya pasar adalah tempat yang menarik untuk didatangi.
Apabila saya berada di luar kota ataupun berkesempatan untuk melakukan tugas kantor ke negara lain, maka saya akan mencari pasar traditional di area terdekat dari tempat saya menginap.
Biasanya saya hanya sekedar melihat - lihat apa saja yang mereka jual seperti sayuran, buah, hewan, makanan, kue, minuman, pakaian dll. Atau bahkan biasanya saya akan mencoba beberapa makanan, kue atau minuman yang mereka jual.
Saya juga tidak mengerti kenapa saya menyukai pasar. Kegemaran ini mulai sering saya lakukan setelah saya menikah, padahal mungkin bagi banyak orang kegemaran ini adalah hal yang aneh dan tidak keren. Apalagi kalo yang saya datangi adalah pasar traditional yang becek, kotor dan  berbau tak sedap.

Tapi baru pagi ini ketika saya mengunjungi  salah satu pasar traditional di Jakarta, saya baru menyadari dan mengerti  kenapa saya menyukai pasar.
Hal ini dikarenakan saya bisa merasakan semangat orang - orang yang mencari nafkah dan bergelut dengan situasi di pasar.
Disana ada semangat untuk berjuang dan berpengharapan untuk sesuatu yang didapatkan setiap harinya.
Dalam situasi yang tidak nyaman mereka tetap punya semangat, tidak menyerah walaupun mungkin barang dagangan mereka tidak dibeli orang atau mereka harus bersaing dengan pedagang yang berdagang barang yang sama tapi mampu menjual dengan harga yang lebih murah.

Ehm, sangat menguatkan saya apalagi disaat situasi kita sedang tidak bersemangat karena beban hidup,  masalah, menanti jawaban Tuhan yang belum kita dapatkan, persaingan di kantor, dll. Disitulah saya belajar bahwa hidup itu harus berjuang. Tetap berpengharapan. Berpikiran positip dan jangan mudah menyerah.
Sungguh suntikan pengharapan yang luar biasa yang saya dapatkan hari ini.

"Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya".
1 Timotius 4:10

24 Oktober 2016

Kicauan Burung Pipit

Di rumah kami seringkali dikunjungi oleh burung - burung pipit yang biasanya datang untuk mencari makanan di kebun belakang rumah kami. Karena kami punya sisa nasi yang sudah mengering di dalam alat pemanas nasi kami dan tidak bisa dimakan, maka Ibu saya akan merendam nasi tersebut ke dalam air, setelah itu di tiriskan dan ditaruhlah sisa nasi yang sudah mengembang dan tidak lagi kering ke atas piring plastik dan menaruhnya di kebun belakang kami supaya burung - burung pipit bisa memakannya. Kami sekeluarga pun setuju dengan apa yang Ibu saya lakukan, dari pada dibuang lebih baik diberikan kepada burung - burung.

Setelah beberapa hari setiap pagi, siang, dan sore hari di rumah kami selalu terdengar suara kicauan burung - burung pipit yang membuat suasana rumah menjadi sangat alami, seperti di rumah peristirahatan di pedesaan.

Hal itulah yang menarik perhatian saya untuk mencoba mengamati burung - burung tersebut.
Dan akhirnya saya mengerti bahwa burung - burung pun bisa mengutarakan apa yang mereka rasakan. Dan kicauan mereka di rumah kami adalah ucapan terima kasih mereka kepada Ibu saya yang telah memberikan mereka makanan setiap harinya.
Kicauan mereka pada akhirnya menjadi bukti bahwa selalu ada kebaikan yang akan kembali diberikan tanpa kita mengaharapkan dan memintanya, dan itu bisa terjadi kepada siapa saja yang telah membagikan kebaikan tersebut dengan kasih.

Itulah salah satu pelajaran yang saya dapatkan mengenai suntikan pengharapan hari ini.
Walau hanya sisa nasi yang diberikan kepada burung - burung pipit namun dapat menjadikan hidupmu lebih indah dengan suara kicauannya di rumah.

~Kindness is always beautiful~
24.10.2016

22 Agustus 2016

Pengasuh VS Mama

Hari ini tanpa terasa airmata tergenang pada saat melihat seorang anak taman kanak kanak bergelayut manja di perut seorang mbak pengasuh yang tampak masih sangat muda perawakannya dan dia terus memeluk dan menciuminya.
Rasa nya hati ini sangat terenyuh melihat anak kecil itu sangat mengasihi sang mbak dimana hal itu terlihat jelas dimatanya yang bening dan  indah yang tampak berbinar - binar begitu melihat sang mbak pengasuh tampak di depan pintu gerbang sekolah menunggu untuk menjemput sang anak majikannya itu dengan senyuman.

Terbayang dimataku apabila anak kecil itu adalah anak kesayangan ku. Dimana dia lebih senang dan lebih suka bermanja manja dengan mbak pengasuh dan lebih mengasihinya dibanding aku mamanya sendiri yang telah melahirkan dan berjuang membantu sang papa untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Itu sebabnya tanpa terasa airmataku merembes turun deras karena saya sangat tak ingin tergantikan oleh siapapun apalagi oleh sang mbak pengasuh.

Setelah perlahan saya mencoba menenangkan perasaan saya, perlahan saya merasakan Tuhan berbicara sangat lembut kepada saya bahwa semua ini memang Tuhan ijinkan untuk saya lihat sendiri selama menunggu anak saya di sekolah, supaya saya bisa bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mengurus, mengantar dan menjemput anak saya sekolah selama menunggu jawaban akan pekerjaan yang baru.
Dengan hal ini pun saya boleh belajar untuk dapat memprioritaskan anak lebih lagi walaupun nantinya saya harus kembali bekerja.
Supaya anak yang sangat kita harapkan dan telah Tuhan titipkan kepada kita bisa mendapatkan yang terbaik yang bisa kita berikan kepada mereka dan bukan hanya uang ataupun fasilitas. Juga di masa yang akan datang mereka bisa melihat dan mengerti betapa kita mengasihi mereka dan betapa berharganya mereka bagi kita orang tuanya dan juga bagi Tuhan.

Dengan kasih dan perhatian yang kita berikan  maka gambaran mereka akan kasih Allah dapat tergambar jelas dihati mereka.
Sehingga tidak sulit bagi mereka untuk mengenali dan mengasihi Allahnya.

-Mama yang bersyukur-
Jakarta, 22 Augustus 2016
Ruang tunggu SDS DB

10 Juli 2016

Dipercaya itu Sulit

Memang sulit ya untuk membuat orang percaya kepada kita bila orang lain belum mengenal kita dan belum melihat bukti dari apa yang kita ucapkan melalui perbuatan.

Pemikiran ini timbul pada saat saya sedang memesan gado-gado untuk makan siang saya hari ini. Karena antrian pemesanan gado-gado di dekat rumah saya masih panjang dan karena saya masih harus membeli beberapa pesanan makanan lain utk suami dan anak saya maka saya memberitahukan penjual gado-gado tersebut untuk membuatkan saya 2 bungkus gado-gado dan saya akan mengambilnya supaya saya bisa menghemat waktu saya.

Setelah saya membeli beberapa pesanan makanan untuk keluarga saya di tempat lain maka saya kembali ke warung gado-gado tadi untuk mengambil pesanan saya.

Alangkah terkejutnya saya dikarenakan sang penjual gado-gado belum membuatkan pesanan saya dikarenakan takut saya tidak akan kembali membayar dan mengambil pesanan tersebut.

Weeek...kaget juga saya karena saya tidak menduga bahwa ada orang yang tidak mempercayai saya padahal saya sudah berjanji untuk mengambilnya. Apakah muka saya seperti muka orang yang suka berbohong atau sulit untuk dipercayai?
Tapi saya berusaha untuk mengerti apa yang dipikirkan oleh penjual gado-gado. Kalo saya jadi dia pasti sulit ya untuk mempercayai orang yg baru sekali ini memesan gado-gadonya. Bahkan penjual gado-gado itu belum pernah mengenal saya. Hal itulah yang membuat saya menjadi lebih tenang dan tidak jadi marah. Saya mulai duduk tenang menunggu si penjual yang terlihat malu sekali karena saya bersedia menunggu dan tidak marah selama si penjual membuatkan pesanan saya.

Jika kita ingin dipercaya oleh orang lain maka kita harus membuat mereka percaya dengan tingkah dan laku kita, bukan dengan perkataan kita saja. 
Diperlukan pembuktiannya.

"Trust is built in very small moment" ~Brene Brown~

16 Agustus 2015

SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA

Saya seorang istri dan ibu dari satu anak perempuan berumur 6 thn. Saya juga pekerja dari salah satu perusahaan asing di Jakarta.

Hari ini saya menonton acara kick andy dlm rangka merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yg ke 70. Dan saya sangat terharu dgn apa yg sdh dilakukan beberapa orang dan generasi muda utk negaranya.

Terbersit pertanyaan dlm hati saya saat itu: "Apa yg sdh kamu lakukan buat negaramu?"
Tanpa sadar airmata saya berlinang krn saya merasa belum memberikan yg terbaik buat negara ini selama saya hidup.

Padahal saya mendapatkan banyak hal yg baik dari negara ini spt: air bersih yg mengalir dirumah kami utk kami minum, sayur2an dan tempe tahu utk kami makan, juga banyak hal lain yg kita dapatkan dan baru akan kita sadari pada waktu kita berkunjung ke negara asing yg mana disana kita tdk dptkan atau bahkan harus kita beli dengan harga yg tinggi.

Saya bekerja di perusahaan asing tp saya masih hrs bergumul utk mendapatkan ijin dan dana utk membeli dan memasang dekorasi bendera utk kantor kami dlm rangka merayakan kemerdekaan RI. Saya masih belum berani membeli dan memasangkannya tanpa persetujuan management yg notabene adalah org asing. Sungguh ironis bukan?
Dimana seharusnya tanpa susah payah kita bisa merayakan kemerdekaan RI tanpa rasa takut tdk mendapatkan ijin dari bangsa asing yg berkantor di negara kita.

Yah... tapi satu hal yg terbersit walau hanya spt setitik air di lautan yg luas tp mungkin kita bisa memulainya utk melakukan sesuatu buat bangsa ini yaitu kita memulainya dari anak2 yg Tuhan percayakan kpd kita.
Sebagai orang tua kita bisa memulai melakukan sesuatu buat bangsa ini dengan mengajarkan anak2 kita sejak kecil lagu2 kebangsaan yg sdh sangat jarang dinyanyikan dan diajarkan di sekolah2. Saya percaya kita masih ingat lagu2 tsb, dan apabila kita agak lupa kata2nya maka kita bisa berinvestasi dgn membeli buku lagu2 kebangsaan tsb di gramedia dan lakukan aktivitas menyanyi bersama sebelum tidur malam. Spy jangan hanya kita berbangga anak2 kita sdh fasih berbahasa asing di usia muda tp juga mereka tetap mencintai dan bangga sbg anak negri dari bangsa ini. Spy melalui hal2 yg sederhana dan kecil ini mereka bisa terbangun rasa nasionalisme di generasinya. Sehingga di masa yang akan datang mereka memiliki keinginannya utk membanggakan dan membangun bangsa ini menjadi bangsa  dan  negara yg lbh baik.

Mari kita pikirkan apa lagi yg bisa kita mulai didalam keluarga kecil kita terlebih dahulu. Bisa dengan hal2 lain spt mengajarkan dan membiasakan membuang sampah di tempatnya,  menceritakan ttg sejarah bangsa ini, mengunjungi tempat bersejarah atau museum, mengunjungi wisata2 alam yg tak kalah indah di negara kita dan menceritakan betapa bersyukurnya kita memiliki kekayaan alam tsb, ajarkan anak2 kita tari2an daerah negara ini dan masih banyak lagi hal2 sederhana yg kita dapat mulai lakukan di keluarga kita.

Selamat menikmati dan memulai mencintai bangsa ini melalui keluarga kita. Selamat hari kemerdekaan yg ke 70, negara ku Indonesia. Sungguh aku mencintaimu, dan berterimakasih karena aku boleh menjadi bagian dari negara ini dan mendapatkan hal2 yg baik sampai hari ini masih aku rasakan dan nikmati. Biarlah kami bisa menikmati dan bisa terus memekikkan kata MERDEKA dalam arti yg sesungguhnya di negara Indonesia. MERDEKA!   MERDEKA!  MERDEKA!

"Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung, tapi berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan mengguncang dunia".  ~Ir. Soekarno~

26 Juni 2015

Imunisasi

Abby hari ini berhasil menyelesaikan pengulangan immunisasi. Dan untuk hadiahnya Abby meminta dikasih ijin utk makan mie. Ya krn mommy nya terharu krn Abby hanya berurai airmata saat disuntik 3x oleh dokternya jadilah ijin makan mie itu diberikan juga. Dan dengan berkaca-kaca Abby menyanyikan lagu ini dgn lantangnya: "Thank you Jesus to rescue me...." OMG! Bisa aja deh kamu....#mommynyatepokjidatsambilnahantawa

31 Januari 2015

Siasat Sukses di Dunia Kerja adalah Jujur dan Hormat

Saat ini, wanita diharapkan untuk lebih berperan lebih aktif dalam mencapai posisi dan jabatan idaman di kantor. Sebab, jika dulu banyak profesi pria yang dilakukan oleh wanita. Sekarang, malah semakin banyak profesi wanita yang bisa dikerjakan oleh pria.
Selain memiliki kemampuan dan kreativitas, dunia kerja juga menuntut karyawan untuk memiliki perilaku diri yang terpuji dan tanpa cela. Sebab, jujur saja, tidak ada perusahaan yang berminat mempertahankan karyawan yang memiliki reputasi buruk, baik saat berada di dalam dan di luar kantor.
Nah, berikut ini beberapa kiat praktis dalam menjaga reputasi perusahaan demi peningkatan kinerja dalam berkarier:

JujurUsahakanlah untuk selalu jujur dalam berucap dan bertindak. Sebab, kebohongan dan intrik kotor dalam bekerja merupakan sinyal kelemahan dan minim kemampuan kerja. Menurut Michael Kerr, seorang business speaker dan penulis buku You Can’t Be Serious! Putting Humor to Work, kejujuran seorang karyawan sudah terlihat dari awal wawancara, tetapi lingkungan dan politik kantor bisa mengubah seseorang yang jujur menjadi pembohong. Untuk itu, Kerr menyarankan, Anda boleh saja fleksibel mengenai hal lain tapi Anda harus memiliki prinsip kuat dalam mempertahankan kejujuran.

Jaga semangat kerjaBanyak karyawan yang mengalami penurunan kinerja karena tuntutan dan beban pekerjaan. Untuk itu, berikan batasan tegas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Anda mesti bersenang-senang di luar waktu kerja. Menurut Kerr, kebahagiaan pribadi dapat memberikan pengaruh positif pada kinerja di kantor.

Berpikiran terbukaBekerja jangan melulu mengharapkan pujian, tapi terbuka jugalah pada kritik dari lingkungan sekitar. Anda adalah manusia dewasa yang tentunya bisa membedakan kritik membangun dan kritik yang menjatuhkan. Jadi, saring kritik positif sebagai acuan untuk melesat menuju posisi dan jabatan yang lebih tinggi di masa depan.

Sikap menghormatiMenghargai hasil karya orang lian merupakan salah satu upaya dalam membangun keserasian dan kerukunan sosial antar sesama rekan kerja. Ingatlah bahwa menumbuhkan sikap menghargai karya orang lain dan menghormati merupakan sikap terpuji yang akan Anda “panen” di kemudian hari. Hormatilah orang lain sebagaimana Anda ingin dihormati.

http://female.kompas.com

8 Desember 2014

Christmas This Year

There are no christmas tree, and the christmas ornament in our house this year. Our rental house full with boxes ready to send to our new house. But we have a chance to share our stuffs to other people who needs it. Abby also learn how to share her dolls and toys to other children and my mom share her collections (plenty of shoes and bags). We're realize that we always keep it and buy it again and again even the old one still can use or sometimes we're not really need it. And also if we are want to have the new one, so we have willing to release the old one. Thank you Lord for this great lesson we've learned. How wonderful Christmas for us this year.

23 Oktober 2014

3 Penelitian Mengenai "Parenting" yang Perlu Diketahui Para Orangtua

Menjadi orangtua bukan sebatas hanya menyediakan fasilitas dan memberikan pendidikan yang layak kepada anak. Sebab, sebenarnya, untuk memberikan kehidupan yang lebih baik itu dibutuhkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan materi. Berikut ini tiga penelitian mengenai hubungan orangtua dan anak yang patut Anda simak.

Menjadi orangtua itu membahagiakan
Beberapa tahun belakangan ini, sejumlah penelitian menemukan bahwa menjadi orangtua itu sangat membahagiakan. Kadar dan kualitas kebahagiaan bisa meredam rasa sakit pada tubuh, entah itu sakit kepala atau kram perut. Hal menarik lainnya adalah ditemukan bahwa kebahagiaan yang dirasakan oleh ayah saat memiliki anak melebihi rasa bahagia seorang ibu.

Manfaat dari memprioritaskan anakMenurut studi yang dihelat oleh Ashton-James pada 2013 silam, orangtua yang selalu mendahulukan kepentingan dan kebutuhan anak memiliki pribadi yang hangat dan menyenangkan di lingkungan sosialnya. Selain itu, sikap yang demikian juga ampuh dalam menghalau energi negatif yang bisa merusak mood sepanjang hari.
"Penemuan ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kasih sayang dan perhatian orangtua kepada anak, semakin bahagialah dirinya," ujar James.

Bahaya terlalu disiplin terhadap anak
Sekitar 90 persen orangtua di Amerika Serikat mengaku setidaknya pernah menegur dan memarahi anak secara keras dan terbilang kasar. Sebenarnya, cara ini sama sekali tidak mendidik. Selain tidak menyelesaikan masalah, juga hanya memanjangkan dan membuat anak jadi pendendam. Hal ini sudah diteliti terhadap 967 keluarga di AS. Anak-anak yang tumbuh dengan aturan orangtua yang terlalu disiplin justru menyebabkan mereka memiliki gangguan psikologis saat dewasa.
"Gagasan bahwa keras terhadap anak bakal membuat mereka berpikir itu sebagai bentuk kasih sayang orangtua sama sekali keliru. Kehangatan hubungan dan komunikasi yang baik antar-orangtua kepada anak memberikan hasil akhir yang lebih positif pada tubuh kembang anak," ujar Ming Te Wang, ketua penelitian.

http://female.kompas.com

Para Ibu Jangan Mengeluh “Gendut” dan “Tua” di Depan Anak Perempuan

Sifat wanita yang jarang puas dengan penampilan fisiknya bisa berakibat buruk pada anak-anak perempuan mereka. Pasalnya, menurut sebuah penelitian di Inggris, mengatakan bahwa anak yang sering mendengar keluhan ibu menggunakan kata “gemuk”, “tua”, dan “lelah” bakal memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Tak dimungkiri, hanya sedikit jumlah wanita yang benar-benar mencintai tubuh mereka apa adanya. Kondisi ini diyakini terbentuk semenjak kita masih kecil. Dilansir DailyMail, terkuak fakta bahwa 69 wanita yang menyatakan sering meluapkan keluhan soal bentuk tubuh depan anak perempuan mereka. lalu, 34 persen ibu lainnya mengaku bahwa anak perempuan mereka sering menunjukan mimik negatif saat si ibu mengucapkan hal negatif tentang diri sendiri.
Dibandingkan wanita lain, ternyata wanita di Inggris paling sering mengeluh mengenai tubuh mereka dengan mengatakan merasa lelah (79 persen), merasa tua (69 persen), dan gemuk (68 persen).

Baru-baru ini, sebuah brand kecantikan, Dove membuat sebuah film pendek untuk menginspirasi dan mengajak para wanita dewasa untuk mencintai tubuhnya. Film ini disebarkan lewat media sosial bertagar FeelBeautifulFor.
Film ini menayangkan beberapa wanita yang mengungkapkan bagian tubuh yang paling mereka tidak suka dan mereka sukai.  ''Bagian tubuh nomor satu yang paling tidak aku sukai adalah lenganku yang besar,'' ujar Michelle Anthony, ibu dari dua anak perempuan asal Chester, Inggris.
Seorang ibu lainnya  menyebutkan bahwa bagian tubuh yang tidak mereka sukai adalah mata yang tak simetris dan betis yang besar.
Selanjutnya, anak dari para wanita tersebut diminta untuk menuliskan daftar tubuh yang mereka suka dan tidak suka. Hasilnya, bagian tubuh yang dituliskan anak ternyata sama persis dengan yang dikeluhkan oleh sang ibu. Hal ini tentunya membuat para ibu menjadi bersedih.
Akhirnya, para ibu yang tampil dalam film pendek itu pun tersadar bahwa apa yang mereka keluhkan mengenai tubuh mereka, sangat berpengaruh pada pembentukan pola pikir sang buah hati.
''Aku berkata pada anakku, bagian tubuh apa saja yang tidak aku sukai, dan aku berpikir hal itulah yang menyebabkan mereka menulis daftar yang sama sepertiku,'' Ucap Anthony. ''Percaya dirilah, dan sadar bahwa yang Anda lakukan dapat mempengaruhi anakmu,” sarannya.

Penelitian yang dilakukan oleh Dove, mengungkapkan bahwa 71 persen dari para anak perempuan kecil merasa tertekan untuk tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik. Kondisi ini tentunya sangatlah tidak kondusif bagi perkembang psikis anak. Maka dari itu, sebagai seorang ibu, jadilah panutan terbaik bagi si kecil. Sadarilah apa yang Anda pikirkan dan lakukan memiliki pengaruh besar pada mentalitas anak.
Pujilah diri sendiri dan anak, wariskan gaya hidup dan gaya berpikir yang positif. Jangan biarkan anak terbelenggu pada tekanan lingkungan sosial yang seolah menuntut mereka memiliki tubuh yang ideal dan paras nan cantik sempurna.
Survei ini turut menanyakan pada sejumlah ibu mengenai apa yang ingin disampaikan kepada gadis-gadis kecil mengenai kecantikan. Hasilnya, sebanyak 51 persen menyarankan untuk belajar melihat kecantikan pada tiap orang. Lalu, 35 persen ingin anak-anak untuk belajar menerima diri apa adanya, dan 29 persen berusaha untuk selalu mengajarkan kejujuran pada diri sendiri.

http://female.kompas.com