14 Mei 2020

Undangan Kebaikan

Malam ini saya berpikir kenapa ya sudah beberapa kali kami menerima kebaikan - kebaikan dari orang - orang yang tidak pernah kami pikirkan akan melakukan itu kepada saya dan keluarga sebelumnya.

Tapi kami juga merasakan setelah kami menerima kebaikan mereka, rasa syukur dan kerinduan untuk ingin juga melakukan kebaikan untuk orang lain pun menjadi pemicu yang kuat untuk saya dan suami lakukan kepada orang lain. Dan kami rasakan sesuatu yang menurut kami adalah kebahagiaan atau sukacita tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata setelah melakukannya.

Saya jadi teringat saat kebaikan demi kebaikan bergulir bergantian saat kami mulai membagikan kebaikan - kebaikan kecil seperti pada saat kami membeli tahu di tukang tahu langganan kami yang menawarkan dagangannya ke rumah kami. Kami sudah merasakan rasa enak dari tahu tersebut dan kami juga teringat saudara yang tinggal tak terlalu jauh dari rumah yang mana kami seringkali berbagi cerita bagaimana kami harus bisa melakukan pengaturan pengeluaran uang dengan hati - hati karena kami sama - sama masih menyicil biaya cicilan rumah yang buat kami lumayan besar. Sewaktu membeli tahu langganan kami ini, saya teringat kepada mereka dan kami ingin membagikan tahu dan risoles yang kemudian kami antarkan ke rumah mereka. Setelah peristiwa tahu tersebut beberapa hari kemudian kami menerima kiriman wedang uwuh dari tetangga sebelah kami yang setelah kami minum enak sekali rasanya dan cukup menyehatkan untuk kami konsumsi pada masa pandemic Covid 19 ini.

Dan kebaikan - kebaikan kecil ini terus kami lakukan lagi kepada orang lain dan selalu ada kebaikan - kebaikan yang lain yang kemudian kami terima kembali dari orang lain dalam bentuk yang berbeda - beda.

Saya teringat cerita wanita Sunem dan suaminya yang membuatkan ruangan di atas rumah mereka untuk dijadikan ruangan istirahat bagi Elisa apabila sedang mengunjungi tempat mereka saat ada pelayanan disana (2 Raja - Raja 4:8-17). Kebaikan dan perhatian suami istri ini menjadi pemicu bagi Elisa untuk memberikan kembali kebaikannya kepada mereka dengan mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan wanita Sunem dan suaminya tersebut.

Dari peristiwa demi peristiwa ini saya belajar satu hal bahwa Tuhan selalu memberikan kepada kita undangan berupa kebaikan - kebaikanNya melalui orang - orang yang ada disekitar kita baik yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Tuhan memberikan kebaikan dan berkatNya kepada kita melalui orang - orang yang juga menerima undangan kebaikan Tuhan.
Tuhan tidak memaksa kita untuk menerima undanganNya. Dia sangat lembut dan tidak pernah memaksa kita untuk merespon undanganNya. Dia hanya menunggu apabila kita merespon dan menerima undanganNya maka saat itulah Tuhan menggerakkan kita untuk membagikan kembali kebaikanNya sebagai undangan kebaikanNya Tuhan kepada orang lain. Dan kebaikan Tuhan akan terus bergulir seperti rantai yang tidak pernah terputus untuk terus bergerak memberkati orang - orang di seluruh dunia ini. Sehingga melalui kebaikan kita yang diajarkan Tuhan, seluruh manusia di muka bumi ini bisa merasakan kasih dan kebaikan Tuhan yang nyata melalui kita anak - anakNya di dunia.
 
Oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk membagikan undangan KebaikanNya Tuhan kepada orang - orang yang Tuhan ingatkan kepadamu untuk menerima kebaikanNya Tuhan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar