4 Januari 2013

9 Resolusi Proaktif untuk Karier Cemerlang

Tahun segera berganti. Waktunya Anda memulai perencanaan karier agar lebih baik lagi di tahun depan. Anda bisa mengadopsi saran yang diberikan Shelly Gorman, direktur managemen karier dari UNC Kenan-Flagler Business School, tentang beberapa resolusi proaktif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan karier Anda.

1. Cek kembali manajemen karier Anda. Untuk memastikan Anda berada pada jalur karier yang tepat untuk Anda, maka tak ada salahnya untuk mengecek kembali dan intropeksi diri Anda dengan pertanyaan seperti, "Dalam pekerjaan ini apakah saya bisa sepenuhnya memanfaatkan keahlian saya?", "Apa visi lima tahun saya ke depan, dan apakah karier saya yang sekarang bisa mewujudkan hal ini?", "Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sekarang ini?"

2. Miliki pola pikir proaktif. Terkadang banyak orang yang terperangkap untuk selalu menunjukkan nilai dan kemampuan mereka, tapi sayangnya mereka tidak pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan karena mereka tidak berpikir proaktif dan malu bertanya. Dalam manajemen karier, menjadi rendah hati dan proaktif memang sangat dibutuhkan.

3. Temukan "merek" Anda dan "jual diri" Anda. Seringkali, banyak orang tidak mampu "menjual diri" mereka dengan baik ketika mencari pekerjaan baru atau bersaing untuk mendapatkan posisi baru di kantor mereka saat ini. Temukan berbagai hal yang menjadi kekuatan Anda dalam bekerja. Setelah Anda menemukan kekuatan diri, Anda akan lebih mudah mengkomunikasikan keterampilan, potensi, dengan pekerjaan yang akan Anda lakukan.

4. Memotivasi diri. Untuk mendapatkan posisi dan karier yang lebih baik lagi maka Anda tak boleh berhenti untuk tetap belajar dan memotivasi diri. Ambillah sebuah kelas keterampilan atau kembali ke bangku kuliah untuk mengembangkan keterampilan dan memajukan karier Anda tanpa mengganggu pekerjaan Anda.

5. Membangun networking. Tak bisa dipungkiri bahwa adanya jaringan atau networking bisa berpengaruh pada peningkatan karier Anda. Terutama jika pekerjaan Anda berhubungan dengan orang lain dan membutuhkan adanya hubungan dengan orang lain. Namun Gorman mengatakan, bahwa sebenarnya networking ini hanyalah sebagai alat pendukung untuk melakukan pekerjaan Anda, bukan sepenuhnya dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

6. Terus belajar. Jangan pernah malu untuk tetap terus belajar dari orang lain yang lebih sukses untuk membantu membangun kemajuan karier Anda. Namun, jangan hanya belajar dari satu orang saja, ada baiknya untuk belajar dari beberapa orang sukses sekaligus. Karena dengan berkonsultasi pada beberapa orang sekaligus, Anda dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang.

7. Jangan terlalu banyak berasumsi. Jangan biarkan asumsi negatif Anda tentang industri atau posisi pekerjaan tertentu menghambat kemajuan karier Anda. Jika kebetulan Anda ditawarkan untuk mengisi posisi jabatan baru, maka jangan terlalu berasumsi negatif. Sebaiknya lakukan beberapa penelitian sederhana tentang pekerjaan tersebut dan posisinya agar Anda bisa melakukannya dengan baik. Jangan mudah menyerah dan pesimis sebelum Anda mencobanya karena terpengaruh berbagai asumsi negatif.

8. Buatlah perencanaan pengelolaan karier. Buatlah rencana manajemen karier Anda lengkap dengan tolok ukur dan metrik rencana kerja. Hal ini bertujuan untuk membantu visi kerja Anda tetap berada di jalur yang tepat. Selain bekerja, buatlah rencana untuk menghadiri berbagai pertemuan untuk menjalin relasi dengan orang lain sekaligus bisa membantu Anda untuk berpikir proaktif. Seringkali, orang-orang terlena dengan menjalankan kehidupan yang mengikuti arus. Padahal, waktu Anda akan lebih bermanfaat dan menyenangkan, karier pun semakin naik kelas, jika Anda memiliki rencana tertentu pada karier dan hidup.

9. Jadilah teman yang baik untuk diri sendiri. Kita seringkali mengandalkan teman baik untuk mendapatkan nasihat. Jika Anda begitu yakin dengan nasihat sahabat Anda, mengapa tak coba melakukannya terhadap diri sendiri? Percayalah bahwa Anda bisa memotivasi diri Anda jauh lebih baik karena Andalah yang paling tahu apa yang tepat untuk Anda dan hal yang paling baik yang bisa Anda lakukan.


Sumber: The Grindstone/KOMPAS.com

Inilah Bedanya Resolusi Perempuan dan Laki-laki

Resolusi merupakan perilaku universal yang dilakukan banyak orang di berbagai penjuru dunia. Jika penganut Yahudi membuat resolusi pada perayaan tahun baru Rosh Hashanah, umat Hindu membuat resolusi saat perayaan Diwali setiap pertengahan Oktober, umat Muslim mengawali perubahan perilaku menjadi lebih baik lagi setiap kali Ramadhan dan Idul Fitri, juga tahun baru Muharram. Bagi pengikut kalendar Gregorian, resolusi dibuat setiap kali pergantian tahun Masehi. Setiap tahun, setiap individu membuat janji pada dirinya sendiri untuk menjadikan hidupnya lebih baik lagi. Perempuan dan pria sama-sama menjalani tradisi membuat resolusi, namun berbeda prioritasnya.

Menurut survei yang diadakan Huffington Post (melalui penyedia jasa survei online SocialSci dan Mechanical Turk), terhadap 230 responden dewasa di Amerika, perempuan dan pria memiliki perbedaan prioritas dalam pengembangan dirinya. Responden menjawab pertanyaan mengenai kebiasaan membuat resolusi, termasuk resolusi yang pernah mereka buat di waktu lampau. Inilah hasil survei yang menunjukkan seperti apa resolusi yang menjadi prioritas perempuan dan pria.

* Berolahraga: perempuan 78 persen, pria 70 persen.
* Hidup lebih teratur: perempuan 74 persen, pria 66 persen.
* Lebih bersabar: 73 persen perempuan dan pria memiliki resolusi ini.
* Bekerja lebih keras lagi: pria 73 persen, perempuan 67 persen.
* Lebih menikmati hidup: perempuan 69 persen, pria 64 persen.
* Berhenti merokok: pria 63 persen, perempuan 53 persen.
* Meluangkan lebih banyak waktu dengan pasangan: perempuan 61 persen, pria 60 persen.
* Meluangkan waktu bersama teman: 61 persen perempuan memilih ini sedangkan hanya 49 persen pria yang menjadikannya resolusi tahun baru.
* Berhenti mengonsumsi alkohol: pria 60 persen, perempuan 14 persen.
* Meluangkan waktu lebih sering bersama anak-anak: ibu 59 persen, ayah 57 persen.
* Menurunkan berat badan: perempuan 57 persen, pria 54 persen.

Survei ini juga menunjukkan perempuan lebih sering membuat resolusi dibandingkan pria. Sebanyak 63 persen responden perempuan mengakui mereka membuat resolusi setiap tahun, sedangkan hanya 50 persen pria yang melakukan hal sama. Perempuan juga cenderung lebih terbuka, dengan memberitahukan resolusi yang mereka buat kepada orang lain. Sementara 93 persen responden pria mengatakan, resolusi merupakan hal yang bersifat pribadi dan hanya untuk diri sendiri bukan untuk diungkapkan kepada orang lain.

Bagaimana dengan Anda, apakah resolusi Anda dan pasangan, teman pria, adik atau saudara pria, berbeda dari segi prioritas juga kebiasaan membuat resolusi?


Sumber: Huffington Post/KOMPAS.com

Berpikir Positif Kunci Utama Wujudkan Resolusi

Hampir setiap orang punya resolusi dan rencana di setiap awal tahun. Misalnya, mendapatkan pekerjaan baru, menikah, sampai menurunkan berat badan. Hanya saja, tidak semua resolusi ini tercapai. Akhirnya banyak orang yang enggan punya resolusi.  Akan tetapi tahukah Anda penyebab utama kegagalan resolusi Anda?

Penelitian dari Ohio State University mengungkapkan bahwa penyebab utama kegagalan Anda mewujudkan resolusi adalah pikiran negatif Anda sendiri. "Pikiran negatif bisa menandai pikiran Anda dan membuat perbedaan tentang cara Anda menggunakan otak untuk berpikir dan berusaha," ungkap Richard Petty, salah satu peneliti dari Ohio State University.

Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa siswa SMA di Amerika. Mereka diminta untuk menuliskan semua pikiran negatif atau positif tentang tubuhnya dalam waktu tiga menit. Setelah ditulis, mereka diminta untuk melihat kembali semua tulisan yang sudah mereka buat sambil direnungkan. Kemudian separuh siswa diharuskan membuang kertas-kertas tersebut ke dalam tong sampah. Sedangkan separuhnya lagi diharuskan untuk tetap membaca, merenungkan kata-kata tersebut sambil memeriksa tata bahasanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang tidak membuang kertasnya ke tong sampah dan serius memeriksa kesalahan tata bahasa mereka akan merekam pesan-pesan tersebut lebih lama dalam otak mereka, baik pesan positif maupun negatif tentang tubuhnya.Ternyata, Jejak kalimat yang terekam dalam otak akan memengaruhi cara pandang dan aktivitas yang dilakukan setiap harinya.
Peserta yang menuliskan pikiran positif tentang diri mereka akan punya sikap positif dibanding yang menuliskan sisi negatif tubuh mereka. Sisi positif ini akan membantu Anda untuk bisa berpikir positif terhadap segala sesuatu sehingga bisa menuntun Anda melakukan berbagai hal positif dalam hidup dan sebaliknya.
Sedangkan siswa yang membuang kertas ke dalam tong sampah ini menunjukkan hasil bahwa siswa-siswa ini tak lagi memikirkan kalimat yang tertulis dalam kertas karena kalimat ini tidak berdiam di pikiran mereka. Ketika para siswa membuang kertas yang berisi kesan positif maupun negatif tentang tubuhnya, secara tak langsung mereka akan sulit melakukan perbaikan dan perubahan diri. Penelitian yang dipublikasikan di Psychological Science ini mengungkapkan bahwa ketika menuliskan pikiran mereka pada selembar kertas dan kemudian membuangnya jauh-jauh, maka mereka membuang pikiran dan mental mereka juga.

Maka sebelum menentukan resolusi 2013 yang lebih tinggi, upayakan untuk punya resolusi bisa berpikir positif terlebih dulu. Jika Anda pikiran negatif dan sifat pesimis di tahun baru ini,sebaiknya tuliskan di kertas dan lemparkan ke tong sampah. Tinggalkan semua pikiran negatif dan sifat pesimis di tahun ini. Jangan biarkan pemikiran yang tak diinginkan membuat Anda down dan gagal.



Sumber: Psychological Science/KOMPAS.com

Main dengan Anak Kurangi Stres Ibu

Fenomena orangtua tunggal (single parents) bukan hal aneh belakangan ini. Salah satu tantangan terberat para orangtua tunggal adalah beban ganda yang harus ditanggungnya sehingga mereka rentan stres.

Meluangkan waktu lebih banyak untuk bermain bersama anak bisa menjadi terapi untuk meredakan stres tersebut. Selain berdampak positif bagi anak, ibu tunggal atau ayah tunggal bisa merasakan dampak kesehatan jangka panjang dari aktivitas tersebut.

"Hal yang penting ketika orangtua tunggal sedang merasa kewalahan dan stres adalah menyisihkan waktu untuk bermain dengan buah hatinya," kata Blake Berryhill, peneliti dari Kansas State University.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan bersama, mulai menemaninya menonton film kesukaan di tv, bermain, membaca buku, atau bahkan berbelanja bersama jika anak sudah cukup besar.

Berryhill dan timnya melakukan survei kepada 2.370 single mom. Mereka melakukan wawancara mengenai stres orangtua serta watak si anak ketika mereka berusia setahun, tiga, dan lima tahun.

Watak atau temperamen anak adalah faktor yang penting dalam stres ibu karena makin sulit anak dihadapi, makin tinggi level stres ibu. Anak yang sulit dikendalikan juga membuat orangtua tunggal lebih sedikit melibatkan dirinya bermain.

Hasil survei Berryhill menunjukkan, ibu tunggal yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak mereka yang berusia setahun juga akan lebih banyak bersama dengan anaknya saat mereka berusia lima tahun.

"Menjadi ibu tunggal dan menjadi orangtua secara umum sangat melelahkan. Menghabiskan waktu bersama anak bisa mengurangi stres karena seseorang akan merasa dalam perannya sebagai seorang ibu ia telah melakukan tugas secara seimbang," katanya.



Sumber: FOXNews/Kompas.com

2 Januari 2013

BELALANG PELAHAP

Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang
(Yoel 2:25)

Wanita,…berapa banyak hari-hari Anda yang hasilnya hilang dimakan belalang pelahap? Apakah keinginan pribadi, hawa nafsu, motivasi penuh dosa, dan ambisi pribadi Anda telah merampas sukacita, kedamaian, dan keberhasilan dari hidup Anda? Mungkin Anda merasa putus asa memikirkan waktu-waktu yang terbuang dan tidak dapat terulang lagi.



Jika memang demikian, perhatikanlah perkataan Tuhan melalui Nabi Yoel. Allah memberi tahu umat Israel bahwa sekalipun mereka pernah tidak menaati Tuhan dan mengalami pendisiplinan Tuhan melalui wabah belalang, tetapi masih ada pengharapan bagi mereka. Tuhan berkata bahwa Dia “pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Yoel 2:13). Dan Dia berjanji, “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang” (ayat 25).

Apabila kita mengaku dosa kepada Tuhan, maka Dia akan segera mengampuni masa lalu dan mengisi hari depan kita dengan pengharapan. Dia dapat memunculkan kebaikan dari tahun-tahun kita yang terbuang. Dia melakukannya dengan cara mengajari kita kerendahan hati melalui kegagalan yang kita alami, dan menolong kita memahami kelemahan yang sering kita perbuat terhadap orang lain.
Meskipun hari-hari kita yang lalu telah dirusak oleh dosa, Allah sangat rindu untuk memulihkan kita dan memberi hasil terhadap pekerjaan kita.
Wanita,..apakah yang telah kita pelajari di masa lalu, menghasilkan pelayanan yang produktif dan pujian sepenuh hati bagi Dia? Tataplah hari depan dengan penuh pengharapan!

BETAPA PUN GELAPNYA MASA LALU ANDA, BERSAMA KRISTUS HARI DEPAN ANDA AKAN CERAH

sumber:  .harianwanita.com

6 Karakter yang Menjadi Aset Terbesar

Sebuah penelitian di Washington, Amerika Serikat, mengalisa catatan 10.000 orang dan menyimpulkan 15 persen kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85 persen adalah masalah kepribadian dan sikap. Sikap mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu dan menghadapinya. Dua hal ini menjadi faktor penting dalam melihat kemampuan seseorang.

Komponen sikap terdiri dari kepercayaan, ide, dan konsep terhadap suatu obyek, kehidupan atau evaluasi emosional terhadap suatu obyek kerja, serta kecenderungan untuk bertindak. Sikap Anda adalah kendaraan mencapai potensi diri sepenuhnya.

Seseorang bisa memiliki ribuan sikap, tetapi dalam dunia kerja difokuskan pada beberapa jenis sikap yang terkait dengan pekerjaan. Sikap kerja berisi evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan kerja.

Sikap bukanlah pembawaan sejak lahir. Sikap dapat berubah melalui pengalaman sehingga memungkinkan Anda berkembang. Berikut enam sikap yang menjadi aset terbesar Anda:

1. Tanggung jawab buat semua orang.

Tanggung jawab antara pekerja pria dan perempuan adalah sama. Semua tugas dan pekerjaan dituntut untuk dilakukan sebaik-baiknya.

2. Tidak takut bekerja keras.
Sebagai pekerja terutama pekerja baru tuntutan untuk berani bekerja keras adalah mutlak. Mereka harus siap diberi pekerjaan ekstra. Berinisiatiflah dalam bekerja agar menjadi pribadi yang selalu bermanfaat.

3. Selalu bersikap positif.
Sikap positif diperlukan terutama jika menemukan masalah dalam pekerjaan. Jangan langsung pasrah melainkan berusaha mencari berbagai jalan untuk mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi. Bisa jadi ini langkah untuk mencapai posisi yang lebih tinggi jadi selesaikan dengan hati yang jernih.

4. Bekerja sungguh-sungguh.
Jika Anda membenci pekerjaan yang sekarang, bukan berarti ini alasan untuk bolos kerja dan bermalas-malasan. Sikap yang buruk ini tidak baik dipelihara. Tetaplah berusaha memberikan yang terbaik. Ini bisa menjadi poin lebih ketika Anda mendapatkan pekerjaan di tempat lain karena Anda meninggalkan perusahaan sebelumnya dengan catatan baik.

5. Gerak cepat.
Lakukan perintah atau permintaan atasan dengan cepat dan jangan menunda. Dengan datang dan memberi jawaban secara langsung, atasan akan menganggap Anda bisa diandalkan.

6. Jangan malu bertanya.
Tanyalah kepada atasan atau siapa pun jika tidak mengerti apa yang dimaksud. Gengsi atau takut bertanya karena tak ingin dianggap tidak mampu malah akan menyesatkan Anda.

sumber:  KOMPAS.com

4 Langkah Jalani Resolusi Finansial

Selain karier dan cinta, resolusi keuangan tak kalah pentingnya. Menurut Fidelity Investment, 46 persen orang Amerika membuat resolusi keuangan untuk 2013. Resolusi keuangan yang paling sering dibuat adalah sedikit belanja dan lebih banyak menabung. Sementara 62 persen orang mengaku tak mengubah resolusi keuangannya pada tahun lalu.

Jika Anda juga memiliki resolusi keuangan pada 2013 ini, berikut beberapa kiat dari Quicken Money Management dan Merrill Edge Advisory Center:

1. Atur budget belanja.
Kebiasaan belanja yang paling membahayakan kondisi finansial adalah menggesek kartu kredit. Anda akan terjebak dalam pengeluaran yang membengkak dan baru menyadarinya di akhir bulan saat waktunya membayar tagihan tiba. Dengan membuat budget belanja, Anda bisa mengontrol pengeluaran dan ke mana uang Anda dibelanjakan setiap bulannya. Sehingga Anda punya cukup uang untuk menabung.

2. Disiplin menabung.

Siapkan uang untuk menabung, entah untuk dana pensiun, uang muka membeli rumah atau keperluan lainnya. Bayar semua kewajiban di muka sesuai posnya termasuk pos tabungan, lalu gunakan sisanya untuk keperluan lainnya.

3. Diskusi rutin dengan pasangan.

Bagi pasangan menikah, atur pertemuan rutin bulanan untuk mendiskusikan keuangan. Langkah ini memang akan menjadi rutinitas yang kadang sulit dijalankan. Tapi Anda dan pasangan perlu duduk bersama, dalam pertemuan rutin bulanan untuk mendiskusikan keuangan agar pengeluaran tetap terkendali selain Anda dan pasangan selalu punya solusi bersama menghadapi setiap masalah keuangan yang muncul.



4. Miliki dana darurat.

Agar keuangan keluarga aman terkendali, siapkan dana darurat. Jumlah 3-6 kali dari pengeluaran bulanan Anda. Dana darurat untuk pasangan menikah biasanya lebih tinggi dibandingkan lajang. Sebaiknya gunakan sistem pembayaran otomatis di rekening bank Anda untuk menyiapkan dana darurat ini.

sumber:  KOMPAS.com