10 Januari 2013

Cara Jitu Tingkatkan Prestasi Anak

Sarapan memberikan energi dan zat gizi yang diperlukan anak agar lebih fokus dan berkonsentrasi dalam beraktivitas di sekolah.

"Membiasakan sarapan bergizi dan tepat waktu, penting dilakukan terutama untuk anak usia sekolah dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kecerdasan serta kedisiplinan anak," ucap Ketua Umum PDGMI, Dr. Rachmi Untoro, MPH pada acara Deklarasi Pekan Sarapan Nasional & Simposium Nasional Sarapan Sehat, Selasa (08/01/13).

Penelitian yang dilakukan Cueto S dan Chinen M tahun 2008 menyimpulkan bahwa anak sekolah yang sarapan meraih skor tes memori, tes penyelesaian masalah dan prestasi belajar yang lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan.

Sarapan dapat mengatur fungsi otak dengan tiga mekanisme biologis, yaitu memberikan energi (glukosa) dan zat gizi pada sistem saraf pusat, memberikan zat gizi penting bagi tubuh, serta mengatur efisiensi kemampuan berpikir.

Sarapan terbukti bermanfaat bagi peningkatan mutu belajar anak, tetapi kenyataannya baru sekitar 50 persen anak sekolah di perkotaan yang biasa melakukan sarapan.

Selain itu penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara tidak rutin melakukan sarapan dengan kegemukan. Penelitian yang dilakukan Haug E pada pada tahun 2009 terhadap 200.000 anak sekolah yang kelebihan berat usia 11 hingga 15 tahun dari beberapa negara di Eropa menunjukkan bahwa melewatkan sarapan merupakan faktor resiko utama terjadinya kelebihan berat badan.

sumber: ghiboo.com

RancanganNya Selalu Indah

Ada seorang ibu yang hidupnya dari berjualan tempe yang dibuatnya sendiri.  Ibu ini tinggal di sebuah desa di daerah Jawa Tengah.
Setiap hari Ibu ini melakukan aktifitasnya seperti biasanya, yaitu bangun pagi-pagi dia terlebih dahulu bersekutu dengan Tuhan, berdoa, membaca Alkitab dan setelah itu dia mengurus pekerjaannya di dapur dan berangkat ke pasar menjual tempe yang telah di buatnya.
Ibu ini hidup dengan sederhana, tapi sebagai seorang anak Tuhan ia selalu mengucap syukur dengan apa yang Tuhan berikan kepadanya. Dalam kesederhanaannya, ia selalu percaya bahwa Tuhan Yesus selalu memeliharanya.

Sesuatu Yang Lain

Pada suatu hari seperti biasanya, ibu ini bangun pagi dan seperti kebiasaannya ia bangun dan membaca Alkitabnya, berdoa dan setelah itu ia ke dapur untuk mempersiapkan tempe yang akan di jualnya hari itu.
Tapi pada saat ia akan mengambil tempe yang telah dibuat sehari sebelumnya, betapa kagetnya begitu ia membuka tutup wadah tempe buatannya…… “Waduh….tempeku belum jadi….. masih berupa kedelai…Oh tidak” Kata ibu ini mengeluh.
“Wah bisa nggak makan aku hari ini kalau nggak ada tempe yang bisa aku jual hari ini…… bagaimana ini” Kepanikan ibu ini mulai muncul.
“Oh mungkin aku kurang berdoa sehingga masalah ini terjadi padaku hari ini” kata ibu ini dalam hatinya.
Ia duduk sebentar, menarik napas panjang dan mulai berpikir ” Apa yang menyebabkan ini terjadi  padaku ya ? Apa aku sudah berbuat dosa atau ada sesuatu yang lain sehingga hal ini bisa terjadi?”
Ibu ini terus berpikir sedemikian rupa, menganalisa barangkali dia berbuat dosa, sehingga masalah yang belum pernah terjadi, kini terjadi di hari tersebut. Sampai ia mengambil keputusan untuk berdoa.
“Tuhan” Ibu ini mulai doanya.
“Kalau ada dosa, ampuni aku. Aku percaya Engkau sanggup buat mujizat. Engkau tau bahwa kebutuhan hidupku tercukupi dari aku berjualan tempe ini. Jadi aku percaya Engkau pasti tolong aku. Sekarang ya Tuhan tolong ubah kedelai ini menjadi tempe seperti Engkau pernah mengubah air menjadi anggur” Doa ibu ini dengan sungguh-sungguh.
“Dan sekarang aku berkata kepada kedelai ini, Dalam nama Tuhan Yesus, aku perintahkan engkau berubah menjadi Tempe !” Perintah ibu ini.
Ibu ini sering melihat bagaimana pendeta di gerejanya berdoa dan bagaimana ia belajar Alkitab di gerejanya yang mengajarkan bagaimana anak Tuhan diberi otoritas oleh Tuhan. Karena itulah ia belajar mempraktekkannya hari itu.

Apa Yang Terjadi ?

Ibu ini setengah ragu ragu mulai membuka penutup wadah tempat biasanya ia membuat tempe tersebut. dan….. ( apakah menurut saudara tempe itu sudah jadi?)………………………………………….
Ternyata tempe tersebut belum jadi……… masih seperti sebelumnya berupa tempe setengah jadi.
“Waduh… ya Tuhanku ternyata belum berubah” kata ibu ini setengah berputus asa.
“Oh… mungkin aku kurang beriman” Ibu ini mulai menganalisa keadaan tersebut.
“Sekarang aku harus lebih percaya lagi” Kata ibu ini sambil mempersiapkan imannya ….(Mungkin setengah dipaksa dirinya untuk percaya bahwa itu bisa terjadi).
“Dalam Nama Yesus……..Aku berkata kepada kedelai ini….. Berubahlah engkau menjadi Tempe yang terbaik” Perintah ibu ini kepada tempe yang belum jadi tersebut sambil menumpangkan tangannya ke atas penutup wadah tempe tersebut dengan penuh keyakinan. (Nah…..sekarang , menurut saudara ….apakah kedelai sudah berubah menjadi tempe ?)

Terus……..

Cerita KristenKembali bu ini meyakinkan dirinya sebelum membuka penutup wadah tempe tersebut. Dan…………………………..
“Hah…..” Ibu ini menghela napas panjang kembali…….
Ternyata kedelai tersebut masih tetaplah kedelai dan tidak ada perubahan apapun. Ibu ini duduk lemas tak berdaya dalam keresahannya dan kebingungannya.
“Ya Tuhan…. aku harus berbuat apa? Mengapa hal ini bisa terjadi padaku. Aku nggak punya uang cukup untuk makan kalau hari ini aku tidak berjualan tempe. Aku sudah mempraktekkan FirmanMu dengan iman sekalupun….. tapi Tuhan…..kenapa Engkau tidak buat Mukjizat. Apa Tidak ada mukjizat lagi di jaman sekarang?” kata ibu ini dalam hatinya yang semakin resah dan bingung berkecamuk menjadi satu.
“oh…mungkin aku harus melangkah dengan iman” Pikir ibu ini kemudian.
“ya…..benar….aku harus melangkah dengan iman dan menjual tempe belum jadi ini ke pasar…. pasti Tuhan buat mukjizat dalam perjalanan. Bukankah aku haru melangkah dengan iman untuk bisa terciptanya mukjizat. Bukankah itu yang dikatakan di Alkitab?…. ya … aku harus berangkat ke pasar sekarang!”
Kemudian ibu ini mengambil tempe belum jadi ini dan memasukkannya ke dalam keranjang pikulannya dan memondongnya ke punggungnya dan bersiap berangkat ke pasar.
“Tuhan……. aku sudah melangkah dengan iman sekarang dan aku percaya Engkau pasti buat mukjizat sekarang” Doa ibu  ini
Di perjalanan, ibu ini menyanyi lagu pujian untuk membangkitkan imannya dan belajar mempercayai Firman Tuhan.
“…….Bukan karena kekuatan…..namun RohMu ya Tuhan……Ketika ku percaya …Mukjizat itu nyata” Lagu “Mukjizat itu Nyata” dilantunkan ibu ini terus  sambil melangkah ke pasar.
Setibanya di pasar,  teman-teman seprofesinya bingung karena ibu ini tiba di pasar kesiangan…. “Ya… ada keperluan” Kata ibu ini menjawab teman-temannya yang menanyakan sebabnya kesiangan tiba di pasar. padahal dalam hatinya berkata ” Yah…. ini gara-gara bergumul denga tempe dan kedelai”
Ibu ini menurunkan barang dagannya yang masih tertutup kain tersebut, sambil menoleh ke dagangan tempe teman-temanya yang sudah mulai habis, sedangkan dia sendiri belum berjualan karena kesiangan hari itu.
“Sekarang aku harus melihat bagaimana Tuhan sudah merubah kedelai ini jadi tempe” kata ibu ini dalam hatinya.
Dengan perlahan sekali dia berusha mngintip di balik keranjangnya dengan harapan kedelai sudah berubah menjadi tempe. (Sekarang menurut saudara bagaimana ….. Apa ada Mukjizat terjadi untuk ibu ini?)

Yang terjadi berikutnya……

“Wah…. kok belum jadi juga” ibu ini mengeluh dan terduduk di lapaknya di pasar tersebut…. lemas….putus asa
“Ya Tuhan aku berserah kepadaMu sekarang….. Apa yang Kau kehendaki biarlah terjadi padaku” Doa ibu ini perlahan hampir menangis.

Tuhan Tau yang Terbaik untukmu

Tidak lama kemudian……. ibu ini melihat ada seorang ibu paruh baya yang berjalan seolah mencari sesuatu dari suatu lapak ke lapak lainnya hendak membeli sesuatu tapi tidak mendapat apa yang mau dibelinya.
Sampai ibu paruh baya tersebut berhenti di lapak ibu penjual tempe tersebut.
“Ibu mencari apa…kok saya perhatikan mencari sesuatu tapi tidak mendapat apa yang ibu mau beli” Kata ibu penjual tempe tersebut.
“ehmmm… saya cari tempe yang setengah jadi, bu…. itu loh… tempe yang masih belum jadi tempe tapi masih kededai yang mau jadi tempe…. saya sudah keliling ke seluruh penjual tempe di pasar ini tapi nggak ada yang jualan tempe setengah jadi ” kata ibu tersebut.
Sontak…..ibu penjual tempe tersebut kaget…”untuk apa bu…..kok cari tempe yang belum jadi”
” itu loh bu… anak saya yang tinggal di Jakarta, lagi ngidam hamil muda dan ngidamnya itu kepingin tempe dari desa asalnya ini…. lha kalau saya paketkan tempe ini ke Jakarta dan tiba di anak saya 2 hari lagi  ya tempe tersebut sudah nggak enak lagi. Jadi supaya pas…kan saya harus cari tempe yang belum jadi. supaya kalau tiba di rumah anak saya 2 hari lagi…..pas matangnya tempe  tersbut dan enak kalau dimakan”
Langsung ibu penjual tempe ini tanpa sengaja berteriak “HALLELUYAAA”
begitu bahagianya dia………”Oh ada bu…ada…. ibu perlu berapa potong?”
“Wah saya borong semua deh berapa yang ibu punya” kata ibu paruh baya tersebut.
…………….”ieit…eit tunggu dulu………….Jangan-jangan Tuhan sudah ubah kedelai ini jadi tempe….. wah bisa batal ini tempe laku” kata ibu ini dalam hatinya. (Berapa banyak dari  kita sering meragukan Tuhan seperti ibu ini yang mengira Tuhan salah waktu untuk buat mukjizat, sehingga dagangannya nggak jadi laku, tender jadi batal dan sebagainya)
Ibu penjual tempe ini membuka penutup dagangannya perlahan hendak melihat apa tempe yang belum jadi itu masih belum berubah.
“hah…. puji Tuhan…. masih berupa tempe belum jadi” kata ibu ini dalam hatinya.
“Terima kasih ya Tuhan Engkau ternyata punya jalan keluar dalam setiap masalahku dan selalu memperhatikan aku…… Terima kasih ya Tuhan” Doa ibu ini menangis bahagia karena Tuhan sudah menolongnya.
Saudara, seperti kesaksian ibu penjual tempe tersebut di atas, bukankah kita sering berlaku demikian? Tapi satu pelajaran dapat kita tarik bahwa Tuhan sanggup buat Mukjizat dan sanggup buat jalan keluar untuk kita tepat pada waktunya. Sering apa yang kita minta tidak diberikan Tuhan, tapi Kita harus tetap percaya bahwa Tuhan berikan yang terbaik untuk kita. Amin.

sumber: http://www.ceritakristen.org

9 Januari 2013

Lebih Dalam Lagi

Ada seorang penggali sumur mendapat sebuah pekerjaan dari seorang pengusaha kaya. Dia diperintahkan undtuk menggali sebuah sumur untuk villanya di suatu bukit. Si pengusaha akan memberikan gaji yang besar bila sumur itu sudah bisa berfungsi dengan baik.
Penggali tersebut mengalami kesulitan untuk menemukan sumber air karena villa tersebut terletak pada daerah yang tandus. Sudah puluhan penggali yang gagal menemukan sumber air namun penggali yang terakhir ini tidak patah semangat.

Dia beranggapan bahwa bila pohon bisa tumbuh, maka ada air di dalamnya. Entah pada ke dalaman ke berapa, yang pasti ada air di sana. Maka ia pun mulai menggali. Lubang sedalam 2 meter pun belum ditemukan air, bahkan sampai ke dalaman 10 meter. Air masih nihil namun dia rasakan perbedaan pada dinding-dinding tanah di sekitarnya yang terasa lebih sejuk dan hitam dari pada sebelumnya dan ia yakin bahwa sumber air sudah dekat.
Benar saja air itu ditemukan pada ke dalaman 20 meter. Di sanalah terdapat sumber air untuk kelangsungan hidup bagi orang-orang yang menghuni sebuah villa. Uang banyak tak berharga bila tidak ada air.

Demikian pula harta dan kekayaan tidak berharga bila kita tidak menemukan sumber kehidupan. Sumber kehidupan kita adalah Tuhan Yesus. Semakin dalam kita mencari tentang kebenaran firman Tuhan maka kita akan semakin melekat pada Yesus. Semakin dalam kita mengasihi sesama maka Tuhan pun juga akan semakin dalam mengasihi kita.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Matius 6:30

sumber: http://www.renunganhariankristen.net

Bayi Belajar Bahasa sejak Dalam Rahim

Tahukah Anda, bayi belajar mengenal bahasa sejak masih dalam kandungan? Bahkan, sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bayi yang baru lahir beberapa jam berminat pada kata-kata asing.

Sebelumnya, sebuah penelitian mengatakan bayi mengenal bahasa di bulan-bulan pertama kelahiran mereka. Namun, penelitian terbaru menyatakan sebaliknya. Bayi yang dikandung selama lebih sepuluh pekan bahkan mampu membedakan kata-kata dari bahasa ibunya. Selama 30 pekan, bayi dalam kandungan mengembangkan mekanisme otak dan indera pendengaran.

Penelitian terbaru itu dilakukan seorang profesor ahli psikologi di Pacific Lutheran University, Christine Moon,  beserta rekan-rekannya. Penelitian melibatkan 40 bayi yang berusia 30 jam.

"Ibu memiliki kemampuan untuk mempengaruhi otak bayi. Vokal suaranya mempengaruhi janin," kata Patricia Kuhl, co-penulis dan co-direktur Institute for Learning dan Ilmu Otak di University of Washington.

Penelitian dilakukan di dua lokasi yang berbeda: Madigan Army Medical Center di Tacoma dan di Rumah Sakit Astrid Lindgren Anak di Stockholm. Bayi mendengar vokal berbahasa Inggris atau Swedia. Penelitian mengukur ketertarikan bayi pada suara ibunya dan bahasa asing. Ketertarikan itu ditransfer ke komputer saat bayi mengempeng untuk mengukur reaksi mereka pada suara.

Bayi cenderung mengisap empeng saat mendengar suara asing ketimbang yang akrab di telinganya. Durasi bayi mengempeng berbeda saat mendengarkan suara asing dengan bunyi yang akrab didengarnya sejak dalam rahim. Namun demikian, sang bayi tertarik dengan suara asing itu.

"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan janin sebelum lahir belajar tentang suara ibunya. Pengalaman itu terus berkembang sejak enam bulan sebelum kelahirannya," kata Moon.

sumber:  Metrotvnews.com

3 Tantangan Terbesar dalam Pernikahan

Menikah saat ini menjadi semacam tuntutan dari masyarakat. Anda menikah karena "sudah waktunya menikah", atau karena "sudah pacaran terlalu lama", atau karena "ibu lelah selalu ditanya tetangga dan keluarga, kapan anaknya menikah". Jadi, menikah bukan lagi karena adanya kebutuhan Anda dan pasangan untuk saling membahagiakan, dan untuk membentuk keluarga kecil yang akan melengkapi kebahagiaan Anda berdua.
Padahal, tantangan dalam kehidupan pernikahan sangat besar dan tidak bisa dipandang remeh. Meskipun begitu, tantangan memang sebaiknya dihadapi, bukan dihindari. Seperti disampaikan Susan Shapiro Barash, pakar hubungan dan penulis buku The Nine Phases of Marriage, jika Anda memang bertekad untuk menikah, Anda perlu mengetahui tiga tantangan terbesar ini, dan bagaimana mengatasinya.

1. Keuangan
Banyak pasangan yang sudah membicarakan keuangan sebelum menikah, karena menyadari pentingnya masalah ini ketika mereka sudah bersatu dalam hubungan pernikahan. Namun sesering apa pun pasangan membahas keuangan saat masih pacaran, atau seberapa sering perempuan mendiskusikannya dengan suami saat sudah menikah, menurut Susan keuangan tetap menjadi masalah besar dalam pernikahan.
Kebanyakan pasangan mengatur keuangan dengan cara memisahkan rekening bank untuk menyimpan penghasilan masing-masing, dan membuat rekening bersama untuk biaya operasional rumah tangga, pendidikan anak, atau liburan keluarga. Saran Susan, untuk memulai pembicaraan mengenai keuangan tanpa menyinggung perasaan, masing-masing pasangan harus bersikap fleksibel. Misalnya salah satu dari Anda tengah menghadapi masalah di kantor seperti perampingan karyawan, maka Anda dan suami perlu saling menyesuaikan perubahan gaya hidup.

2. Keluarga
Masalah kedua yang sering menjadi bahan pertengkaran dalam rumah tangga adalah keluarga, khususnya dalam menghadapi mertua atau saudara ipar. Ini termasuk masalah klasik. Bagaimana ketika ibu mertua terlibat terlalu jauh dalam rumah tangga Anda, atau bagaimana pembagian waktu untuk mengunjungi keluarga masing-masing, sering menjadi isu sensitif dalam pernikahan.
Menurut Susan, baik suami maupun istri harus lebih sensitif andaikan suami sangat dekat dengan saudari perempuan atau ibunya, meskipun kedekatan (atau ketergantungan?) itu membuat Anda kesal. Sejauh mana Anda bisa menembus batasan-batasan, sehingga Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan, dan begitu pula dengan suami Anda? Kuncinya adalah pada komunikasi yang terbuka.
Seringkali perempuan masih sulit melakukan hal ini. Misalnya, Anda merasa dianggap tidak becus mengasuh anak jika setiap kali ibu mertua mengambil alih anak-anak dari tangan Anda. Namun, sebagai perempuan Anda sulit mengekspresikan ketidaksetujuan itu, dan memilih diam sambil cemberut sepanjang hari. Pria tidak akan bisa membaca pikiran Anda. Jadi, lebih baik Anda menyampaikan keberatan-keberatan Anda, sekaligus mencari solusi yang tidak menyakiti siapa pun.

3. Anak
Kita hidup dalam masyarakat yang mengagungkan (kepemilikan) anak. Pasangan menikah dituntut untuk punya anak; kalau tidak, dianggap belum lengkap. Kemudian ketika mempunyai anak, orangtua selalu menerapkan pengasuhan "helikopter", di mana orangtua bersikap terlalu protektif sehingga mengatur keperluan anak sampai ke hal-hal terkecil. Padahal, cara pengasuhan seperti ini justru bisa mengacaukan hubungan Anda dan suami.
Masalah ini bisa berkembang ketika Anda dan suami punya nilai-nilai yang berbeda dalam mendidik anak. Misalnya, Anda ingin anak bersekolah di sekolah internasional yang menggunakan bahasa asing, sedangkan suami ingin menyekolahkan anak di sekolah negeri supaya tetap "membumi". Perbedaan keinginan ini mencerminkan bagaimana pernikahan Anda akan berlangsung ketika kehadiran anak-anak justru mengubah hubungan Anda berdua. Untuk menghindari perdebatan ini, Anda harus saling menyesuaikan diri dengan pandangan masing-masing.



Sumber: Shine/KOMPAS.com

6 Januari 2013

10 Kesalahan Diagnosis Paling Sering pada Anak

Menegakkan diagnosis suatu penyakit oleh seorang dokter seringkali tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa kelainan atau penyakit yang berbeda sering menampakkan tanda dan gejala klinis yang sama. Sehingga dalam beberapa kasus acapkali terjadi "wrong diagnosis" atau kesalahan diagnosis atau overdiagnosis suatu penyakit padahal seseorang tidak menderitanya.

Kesalahan diagnosis atau wrong diagnosis artinya seseorang diberikan diagnosis penyakit tertentu tetapi sebenarnya belum tentu mengalami gangguan tersebut. Bukan hanya di Indonesia, hal ini juga sering terjadi di luar negeri. Istilah dan kondisi yang hampir serupa diistilahkan pit fall diagnosis, overdiagnosis atau misdiagnosis.

Banyak faktor yang terjadi mengapa hal itu sering terjadi. Faktor utama adalah dalam beberapa penyakit yang dalam menentukan gold standar atau untuk memastikan suatu penyakit dengan diagnosis klinis atau hanya dengan mengamati riwayat penyakit dan manifestasi penyakit. Sedangkan alat bantu diagnosis seperti pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang lainnya tidak banyak diharapkan karena sering spesifitas dan sensitifitas tidak terlalu bagus sehingga sering mengakibatkan false positif atau false negatif.

Artinya, dalam pemeriksaan laboratorium terjadi kesalahan yang seharusnya negatif tetapi saat diperiksa hasilnya positif dan sebaliknya. Selain akurasi alat tidak baik sering terjadi kesalahan interpretasi penilaian hasil laboratorium.

Berikut 10 overdiagnosis yang paling sering terjadi, khususnya pada anak-anak  :

1. Alergi susu sapi.

Menentukan vonis anak menderita alergi susu sapi tidaklah semudah yang dibayangkan. Tidak semua manifestasi alergi haruslah disebabkan karena alergi susu sapi. Penyebab alergi susu sapi hanya berkisar sekitar 2-3%, tetapi faktanya hampir semua anak yang mengalami gejala alergi, sering langsung diagnosis alergi susu sapi. Banyak bayi awalnya didiagnosis alergi susu sapi dan diadviskan untuk minum susu yang mahal. Ternyata saat dilakukan evaluasi ternyata anak tersebut tidak mengalami alergi susu sap kasus lain saat usia o-6 bulan minum susu sapi tidak ada masalah tetapi saat usia 7 bulan divonis alergi susu sapi.

Memang untuk memvonis seorang alergi susu sapi tidak semudah itu. Untuk menentukan penderita yang sudah divonis alergi susu sapi pilihan utama adalah susu ektensif hidrolisat atau soya. Seringkali kesalahan terjadi bahwa setiap anak mengalami tanda dan gejala alergi divonis alergi susu sapi dan diadviskan susu hidrolisat parsial alergi. Padahal, susu tersebut hanya untuk prevention atau pencegahan alergi atau untuk anak beresiko alergi bukan untuk penderita alergi susu sapi.

Memastikan alergi susu sapi tidak mudah karena dalam keadaan tertentu tes alergi seperti tes kulit atau tes darah tidak bisa memastikannya. Standar baku emas atau memastikan alergi susu sapi harus dengan chalenge test atau eliminasi provokasi. Hal inilah yang membuat seringkali terjadi overdiagnosis atau perbedaan pendapat di antara para dokter dalam menentukan vonis alergi susu sapi pada anak atau bayi. Penyebab alergi bila dicermati juga sering dicetuskan karena infeksi virus dan disebabkan karena alergi debu atau alergi makanan lainnya.

2. Infeksi bakteri.

Kesalahan diagnosis sering lainnya adalah penyakit virus didiagnosis sebagai infeksi bakteri. Gangguan infeksi muntaber, muntah, diare, demam, batuk, pilek atau infeksi akut lainnya sebagian besar disebabkan karena infeksi virus yang tidak memerlukan antibiotika. Tetapi fakta yang ada sebagian besar terjadi overdiagnosis atau overtreatment. Banyak kasus demikian diberi antibiotika yang seharusnya tidak perlu diberi antibiotika.

3. Alergi debu.

Setiap Debu yang paling sering dianggap sebagai penyebab keluhan batuk, pilek, sinusitis berkepanjangan. Sebenarnya penyebab utama alergi debu adalah debu rumah atau "house dust". Debu di luar rumah jarang dianggap sebagai penyebab alergi. Bahkan banyak orangtua menyangka bahwa batuk dan pilek berkepanjngan karena adanya proyek bangunan di sekitar rumah.

Bila dicermati debu yang selama ini dianggap sebagai biang keladi penyebab alergi mungkin harus dipertanyakan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa keluhan alergi seperti batuk dan pilek seringkali timbul saat malam dan pagi hari. Padahal saat malam dan pagi hari debu lebih sedikit. Reaksi alergi karena debu adalah reaksi cepat yang seharusnya lebih banyak timbul saat siang hari saat aktifitas.

Fakta lain juga terjadi banyak orangtua yang telah membersihkan semua debu, boneka, karpet dan dipasang AC plasmacluster tetapi ternyata gejala alergi batuk dan pilek tidak kunjung hilang. Bahkan penelitian di Swedia menunjukkan pemakaian karpet menurun, pemakaian lantaeas menaingkat tetapi justru penderita alergi meningkat pesat. Debu bisa dapat menimbulkan alergi bila dalam jumlah yang cukup besar seperti bila masuk gudang, rumah yang tidak ditinggali lebih dari seminggu, saat bongkar-bongkar kamar atau saat menyapu atau saat memakai atau mengambil barang yang sudah lama tersimpan lama di gudang atau lemari.

Gangguan karena debu termasuk reaksi cepat biasanya tidak berlangsung lama, begitu paparan debu tersebut hilang maka dalam beberapa saat keluhan tersebut akan menghilang. Bila gangguan tersebut berlangsung lama bisa dipastikan adalah reaksi lambat, keadaan seperti inilah tampaknya alergi makanan seringkali dapat dicurigai. Penyebab dan pemicu alergi yang sering adalah infeksi virus atau flu hal ini sering tidak disadari penderita alergi.

4. ADHD.

Banyak kasus anak tidak bisa diam, gangguan konsentrasi dan gangguan emosi divonis sebagai ADHD padahal bukan. Banyak anak normal juga mempunyai menifestai tidak bisa diam, gangguan konsentrasi dan gangguan emosimeski dalam bentuk yang tidak berat. Kondisi normal ini sering terjadi pada penderita alergi dengan gangguan salran cerna. ADHD adalah wrong diagnosis terbesar di Amerika Serikat.

5. Demam tifus.

Seringkali seseorang didiagnosis tifus sampai lebih dari 2-4 kali dalam setahun padahal tidak menderita penyakit tersebut. Kesalahan diagnosis tifus seringkali terjadi karena spesifitas hasil pemeriksaan laboratorium darah widal atau pemeriksaan IgG dan IgM tifus tidaklah baik. Sering terjadi false positf pada infeksi virus atau DBD. Makanya seringkali terjadi penderita DBD divonis juga sebagai tifus karena hasil laboratorium tifus positif padahal tidak mengidap tifus. Reaksi false positif hasil laboratorium tifus ini seringkali terjadi pada penderita alergi atau hipersenitif karena reaksi antibodinya sangat reaktif sering mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium.

6. Tuberkulosis.

Diagnosis pasti TB anak sulit oleh karena penemuan Micobacterium TBC (M.TBC) sebagai penyebab TB pada anak tidak mudah. Sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis dalam penegakkan diagnosis TB pada anak. Konsekuensi yang harus dihadapi adalah pemberian multidrug (2 atau 3 jenis antibiotika) dalam jangka waktu 6 bulan. Pemberian obat anti TB pada anak yang tidak menderita TB selain mengakibatkan pengeluaran biaya yang tidak diperlukan, juga risiko efek samping pemberian obat tersebut seperti gangguan hati, persarafan telinga, gangguan darah dan sebagainya.

Di kalangan masyarakat bahkan sebagian klinisi terdapat kecenderungan tanda dan gejala TB yang tidak spesifik pada anak sering dipakai dasar untuk memberikan pengobatan TB pada anak. Padahal banyak penyakit lainnya yang mempunyai gejala tersebut. Gagal tumbuh atau berat badan tidak naik, kesulitan makan, demam berulang, sering batuk atau pembesaran kelenjar yang kecil di sekitar leher dan belakang kepala merupakan gejala yang tidak spesifik pada anak. Tetapi tampaknya dalam praktik sehari-hari gangguan ini sering langsung dicurigai sebagai gejala TB.

Seharusnya gejala tersebut dapat disebabkan oleh beberapa penyakit lainnya. Gangguan-gangguan tersebut juga sering dialami oleh penderita alergi, asma, gangguan saluran cerna dan gangguan lainnya pada anak. Tanda dan gejala TB yang tidak spesifik sangat mirip dengan penyakit lainnya. Gangguan gagal tumbuh dan gangguan saluran napas non spesifik sering mengalami overdiagnosis tuberkulosis. Penyakit alergi atau asma dan penderita gagal tumbuh yang disertai kesulitan makan paling sering dianggap penyakit TB karena gejalanya sama. 

7. Alergi dingin.

Gejala bersin, batuk, pilek berkepanjangan sering didiagnosis sebagai alergi dingin. Sebenarnya dingin hanyalah sekedar pencetus atau memperberat bukan penyebab. Artinya bila penyebab alergi lainnya tidak ada maka meski dingin tidak akan menimbulkan keluhan. Dingin atau AC sering juga dianggap biang keladi penyebabnya. Tetapi pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena banyak penderita alergi batuk saat tidur siang dengan AC yang sangat dingin tidak timbul gejala batuk tersebut. Hingga saat ini masih belum diketahui mengapa gejala alergi atau asma sering timbul saat malam hari. Diduga peranan hormonal sirkadial yang mengakibatkan fenomena gejala saat malam dan pagi hari lebih sering terjadi. Demkikian juga bila dicermati penderita yang divonis alergi dingin suatu saat tinggal.beberapa lama di lembang yang sangat dingin bahkan tinggal di Eropa selama beberapa bulan saat musim dingin keluhan pilek dan batukjustru sembuh.

8. Pnemoni.
Penderita asma atau hipersnsitif bronkus atau hipersensitif saluran napas sering didiagnosis sebagai infeksi parau-paru atau pnemoni padahal hanyalah sekedar infeksi saluran napas akut biasa. Hal ini terjadi karena kesalahan interpretasi dalam pembacaan foto rontgen. Pada penderita alergi saluran napas dan asma sering menampkkan bercak-bercak mirip infkesi paru pnemoni padahal bukan. Infiltrat atau bercak pada rontgen infeksi paru biasa halus sedangakan pada penderita asma lebih kasar, Meski berbeda kedua hal ini sering dikelirukan oleh dokter radiologipun. Sehingga dokter yang merawat akan secara otomatis mengikuti hasil bacaan robtgen itu padahal manifestasi klinisnya tidak sesuai dengan pnemoni seperti tidak ada tanda ronki basah halus dan tidak sesak.

9. Usus buntu.
Keluhan nyeri perut yang hebat sering didiagnosis usus buntu padahal nyeri perut juga bisa terjadi pada berbagai kasus. Kadang overdiagnosis usus buntu sering terjadi karena gejala yang terjadi hampir sama kualitas nyeri dan lokasinya dengan gangguan lainnya. Kesalahan diagnosis usu buntu sering terjadi pada penderita alergi atau asma yang sebelumnya mempunyai riwayat kolik saat bayi, sering rewel saat usia di bawah usia 3 bulan atau nyeri perut berulang.

10. Hirschprung Disease.
Beberapa kasus penderita sulit buang air besar pada bayi sering mengalami overdiagnosis sebagai penyakit hirschprung. Penyakit hirschprung adalah gangguan sulit buang air besar yang disebabkan karena tidak adanya ganglion atau persarafan usus besar di daerah sekitar anus. Gangguan ini harus dipastikan dengan biopsi dan harus dilakukan operasi untuk menghilangkan sebagian usus.

Beberapa penderita divonis sebagai penyakit hirschprung karena berdasarkan pemeriksaan foto barium dan harus melakukan operasi. Sebelum operasi dilalkukan second opinion ke dokter lainnya dan dilakukan eliminasi beberapa makanan penyebab alergi ternyata gangguan kesulitan buang air besar tersebut tersebut dapat membaik tanpa operasi. Gangguan sulit buang air besar banyak faktor penyebabnya salah satunya sering berkaitan dengan gangguan alergi makanan.

Dampak dan pencegahan
Dampak yang terjadi bila kesalahan diagnosis ini terjadi ini kadang ringan sampai berdampak fatal. Dampak ringan lainnya adalah mengorbankan biaya yang sangat besar misalnya bila tidak benar mengalami alergi susu sapi tetapi direkomendasikan susu khusus hipoalergenik yang harganya sampai berlipat-lipat. Dampak lainnya, yang seharusnya tidak minum obat antibiotika tetapi harus diberi antibiotika.

Data di Growup Clinic Jakarta menunjukkan bahwa kesalahan diagnosis ini paling sering menimpa penderita asma, alergi dan hipersensitifitas saluran cerna. Data menunjukkan bahwa hampir lebih dari 90% penderita yang mengalami overdiagnosis terjadi pada penderita asma, alergi dan hipersensitif saluran cerna. Ternyata alergi dapat mengganggu semua sistem tubuh dan mempunyai banyak manifestasi klinis yang kadang menyerupai berbagai penyakit lainnya.

Langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah bagi penderita alergi bila didiagnosis 10 penyakit seperti di atas harus lebih cermat memakai prosedur penegakan diagnosis dengan mengamati secara cermat riwayat penyakit, tanda dan gejala penyakit dan interpretasi labatorium yang baik. Dokter harus cermat menginterpretasikan hasil laboratorium.

Tak boleh mengobati pasien hanya sekedar berdasarkan pemeriksaan laboratorium tanpa mencermati manifestasi klinis penderita. Beberapa pemeriksaan laboratorium sering terjadi false positif atau seharusnya hasil negatif tetapi hasilnya menunjukkan positif. 

Bila diagnosis meragukan, sebaiknya dilakukan second opinion atau meminta pendapat kedua ke dokter ahli lainnya. Bila terjadi kesalahan diagnosis, seringkali disertai kesalahan terapi dan pengobatannya.


sumber:  KOMPAS.com

4 Januari 2013

Mulailah Mendongeng untuk Anak

Masih enggan mendongeng untuk anak Anda sebagai pengantar tidur? Mulailah sekarang, karena manfaat dongeng sangat besar. Hal itu dikatakan psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi (59).
Dongeng, kata Kak Seto, panggilannya, tak hanya sebagai pengantar tidur, tetapi juga bermanfaat untuk mengubah perilaku anak.
”Dongeng menyimpan kekuatan dalam kata-kata yang digunakannya. Daripada menggunakan kekerasan fisik seperti mencubit atau menjewer, dongeng jauh lebih efektif untuk mengubah perilaku anak,” kata Kak Seto.
Selain itu, dongeng juga bisa menambah wawasan. Melalui kisah-kisah dongeng, anak-anak mendapatkan berbagai informasi.
”Dongeng juga bisa menjembatani komunikasi yang tidak efektif di dalam keluarga. Kesibukan orangtua yang menumpuk kerap kali menimbulkan masalah. Dengan dongeng, komunikasi yang tersumbat bisa kembali dibina,” katanya.
Sayangnya, orangtua kerap kesulitan menemukan sumber-sumber dongeng bagi anak-anak mereka. Karena itu, dia mendorong terciptanya iklim kondusif bagi penulis untuk melahirkan buku dongeng bermutu.
”Pemerintah harus peduli pada penulis, karena buku, termasuk buku dongeng, bisa menciptakan pengaruh besar. Penulis harus dihargai,” katanya.

sumber: KOMPAS.com