Perilaku orang tua dalam mendidik sang
buah hati memang berbeda-beda.
Pola asuh orangtua biasanya merupakan pola asuh yang diterima sang orang tua ketika mereka masih kecil.
Kadang kekerasan baik fisik dan batin tanpa sadar sering dilakukan oleh orangtua.
Agar anak bisa tumbuh secara normal dan menjadi pribadi yang hangat orangtua perlu mengubah pola asuh tersebut agar hubungan dengan anak tetap baik.
Jadilah sahabat anak, tinggalkan semua ego dan rasa superior agar anak bisa jadilebih dekat dan anak juga akan merasa selalu nyaman ketika dekat dengan Anda.
Berikut beberapa tips yang disampaikan oleh Psikolog anak, Yuvita Fandy, untuk orang tua yang ingin mengubah prilaku negatif tersebut.
Mengubah prilaku negatif harus dengan kesadaran penuh bahwa prilaku yang dilakukan kurang tepat. Mengevaluasi pola asuhnya dan berani untuk belajar pola asuh yang lebih baik demi perkembangan anak di masa sekarang dan masa yang akan datang.
Lakukan Dialog dari hati ke hati antara orang tua dengan anak untuk mengubah situasi yang kurang nyaman akibat prilaku yang salah. Tekankan dalam dialog tersebut bahwa orang tua akan sama-sama belajar, berubah dan akan selalu siap untuk mendengarkan aspirasi anak
Perbaiki pola asuh dan prilaku yang salah itu berdasarkan masukan dari anak. Orang tua juga bisa melakukan konsultasi dengan konselor atau piskolog.
Buatlah jadwal kegitatan sehari-hari bersama anak. Tujuannya untuk terus menjalin kedekatan emosional dengan anak, Dalam hal ini orang tua harus konsisten mematuhi jadwal yang telah disepakati otomatis anak akan belajar menjadi pribadi yang disiplin dengan belajar dari contoh yang mereka lihat setiap harinya.
Pola asuh orangtua biasanya merupakan pola asuh yang diterima sang orang tua ketika mereka masih kecil.
Kadang kekerasan baik fisik dan batin tanpa sadar sering dilakukan oleh orangtua.
Agar anak bisa tumbuh secara normal dan menjadi pribadi yang hangat orangtua perlu mengubah pola asuh tersebut agar hubungan dengan anak tetap baik.
Jadilah sahabat anak, tinggalkan semua ego dan rasa superior agar anak bisa jadilebih dekat dan anak juga akan merasa selalu nyaman ketika dekat dengan Anda.
Berikut beberapa tips yang disampaikan oleh Psikolog anak, Yuvita Fandy, untuk orang tua yang ingin mengubah prilaku negatif tersebut.
Mengubah prilaku negatif harus dengan kesadaran penuh bahwa prilaku yang dilakukan kurang tepat. Mengevaluasi pola asuhnya dan berani untuk belajar pola asuh yang lebih baik demi perkembangan anak di masa sekarang dan masa yang akan datang.
Lakukan Dialog dari hati ke hati antara orang tua dengan anak untuk mengubah situasi yang kurang nyaman akibat prilaku yang salah. Tekankan dalam dialog tersebut bahwa orang tua akan sama-sama belajar, berubah dan akan selalu siap untuk mendengarkan aspirasi anak
Perbaiki pola asuh dan prilaku yang salah itu berdasarkan masukan dari anak. Orang tua juga bisa melakukan konsultasi dengan konselor atau piskolog.
Buatlah jadwal kegitatan sehari-hari bersama anak. Tujuannya untuk terus menjalin kedekatan emosional dengan anak, Dalam hal ini orang tua harus konsisten mematuhi jadwal yang telah disepakati otomatis anak akan belajar menjadi pribadi yang disiplin dengan belajar dari contoh yang mereka lihat setiap harinya.
Sumber:
Ghiboo.com
Suatu
kali ada seorang teman yang bercerita bahwa ia merasa tersisih dalam
keluarganya semasa kecil. Orangtuanya ternyata lebih sayang kepada
adiknya laki-laki, yang dianggap sebagai penerus silsilah. "Saya cuma
perempuan..tidak ada nilainya sama sekali.." katanya sedih. Dalam adat
di beberapa suku bangsa mungkin demikian. Status wanita bagi sebagian
kalangan dianggap lebih rendah dibanding pria. Hak-hak mereka terbatas
dalam banyak hal. Padahal sosok ibu sangatlah mulia bagi kita semua.
Ungkapan "surga ada dibawah telapak kaki ibu", penyebutan ibu kota, ibu
pertiwi, motherland dan sebagainya menunjukkan penghargaan yang begitu
besar bagi ibu yang notabene adalah wanita. Meski demikian, saya sudah
bertemu dengan beberapa wanita yang kemudian mengalami banyak masalah
dengan kepercayaan diri mereka berawal dari apa yang mereka alami dalam
keluarganya sejak kecil. Apakah Tuhan menciptakan wanita untuk berada di
bawah nilai pria, atau hanya berfungsi sebagai pelengkap penderita saja
dan tidak layak untuk mendapat kehormatan? Atau haruskah anda yang
wanita menyesal dilahirkan bukan sebagai pria, seperti halnya teman saya
itu? Saya yakin tidak. Di mata Tuhan semua manusia ciptaanNya sama
berharga, dan sama dikasihiNya. Tidak ada perbedaan gender dalam curahan
kasih yang berasal dari Allah. Dan Alkitab pun banyak mencatat bahwa
wanita memiliki peran-peran yang luar biasa penting bagi kelangsungan
hidup manusia. Bukan saja sebagai sosok yang melahirkan, tetapi punya
peranan yang luar biasa vital pula dalam perkembangan manusia termasuk
di dalamnya dari segi spiritual.