“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan
hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang
percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau
akan hal ini?”( Yoh 11 : 25 – 26 )
Wanita,…. sebentar lagi kita umat Kristiani akan merayakan hari
Paskah,…. Apa arti Paskah dalam hidupmu? Dari ayat diatas kita dapat
mengambil kesimpulan bahwa didalam Yesus tidak ada kematian dan kuasa
kebangkitanNya akan membuat setiap orang yang percaya kepadaNya dapat
menang atas dosa dan segala tipu muslihat iblis.
Namun pernah terpikirkan…. ; “ kenapa ya kok ada orang Kristen
berkali – kali jatuh didalam dosa ? bahkan ada juga yang sudah menjadi
hamba Tuhan “.
Tuhan mengajarkan kita bahwa, Kebangkitan itu berkaitan dengan “ Iman dan Cinta“.
Agar kita mengalami kuasa Kebangkitan dibutuhkan iman karena
kebangkitan adalah suatu misteri , dalam kamus Webster, “misteri”
diartikan sebagai suatu teka-teki yang sulit dijelaskan, sesuatu yang
mendatangkan rasa heran, yang membuat seseorang berdiri terpaku di
hadapannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dalam peristiwa
kebangkitan, kita juga mengalami semua yang dilukiskan untuk sebuah
misteri dalam kamus Webster. Kebangkitan itu hanya dapat dipahami dalam
konteks iman karena tak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa membantu
kita untuk memahami kebangkitan seonggok tubuh yang telah kehilangan
nyawa. Kesedihan serta keputusasaan yang dibawa oleh kematian, kini
telah diatasi oleh suatu janji akan kehidupan kekal, dan ini hanya dapat
dipahami lewat iman kepada Yesus Kristus.
Maria Magdalena adalah seorang yang sangat mengasihi Yesus , ia telah
dibebaskan oleh Yesus dari perbudakan tujuh roh jahat sehingga ia
sangat sedih ketika ia melihat Yesus mati di kayu salib. Karena rasa
cintanya yang begitu besar kepada Yesus , Maria tidak bisa menahan
dirinya untuk tidak bertemu dengan Yesus dan pagi – pagi benar Maria
Magdalena pergi ke kubur Yesus untuk bertemu Yesus walaupun ia pikir
hanya bisa melihat mayatNya saja.
Namun apa yang terjadi ketika ia melihat bahwa kuburNya telah kosong ,
Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis . Air mata yang mengalir di
wajah Maria karena cintanya yang begitu besar kepada Yesus membuat ia
mengalami perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit , Yesus berkata : “
Maria ! “ lalu Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa
Ibrani : “ Rabuni ! “.
Dua hal inilah yang Tuhan ajarkan kepada kita, bahwa ada nilai yang
sangat berharga bagi kehidupan manusia melalui peristiwa Paskah , yaitu
masa yang penuh kesengsaraan dan penderitaan karena dosa telah berlalu
oleh karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib dan lewat
kebangkitanNya kuasa itu diberikan kepada setiap orang percaya .
Sobat Wanita,…..tidak adanya iman yang teguh dan cinta kepada Tuhan
yang membuat seseorang berulang kali jatuh dan kembali menjadi budak
dosa , karena itu marilah kita hidup dengan iman dan cinta kepada Tuhan
Yesus maka kuasa kebangkitan itu pasti kita alami , selamat Paskah
saudaraku dan Tuhan memberkati kita semua.
MILIKI IMAN YANG TEGUH DAN CINTA KEPADA TUHAN
http://www.harianwanita.com
31 Maret 2013
30 Maret 2013
3 Cara Hemat Rayakan Paskah
Paskah sudah semakin dekat, berbagai rencana kegiatan dan kumpul
bersama keluarga serta kerabat pun sudah disiapkan. Namun sebenarnya
inti dari perayaan Paskah ini sebenarnya terletak dalam proses pemaknaan
akan pertobatan dalam diri sendiri, sedangkan perayaan serta kumpul
bersama keluarga hanyalah pelengkap.
Agar perayaan Paskah tetap sederhana dan dapat membantu Anda menghemat pengeluaran, simak kiatnya.
1. Berbagi tugas.
Kentalnya tradisi gotong royong memudahkan Anda dan keluarga, untuk berbagi tugas dalam merayakan Paskah, terutama menyangkut penyediaan makanan. Keluarga dan teman-teman biasanya ingin berkontribusi "menyumbang" aneka makanan dan saling berbagi terutama saat acara kumpul bersama.
Nah kali ini, alih-alih mengharapkan "sumbangan" sukarela, ada baiknya Anda berbagi tugas dengan kerabat. Misalnya, Anda meminta adik untuk membawa ayam goreng, dan kakak untuk membawa olahan sayuran, karena Anda sudah menyiapkan pasangan makanan yang tepat untuk dipasangkan dengan lauk dan sayur ini. Dan tanpa disadari, Anda sudah memiliki meja yang penuh dengan hidangan lezat untuk dinikmati bersama keluarga.
2. Ajak anak-anak menghias telur Paskah.
Saat berkumpul jangan lupa untuk memberi anak-anak beberapa kegiatan yang bisa memicu kreativitas mereka sekaligus membantu mereka lebih memahami makna perayaan Paskah. Paskah identik dengan menghias telur rebus, maka tak ada salahnya untuk memberi anak-anak sebuah ajang lomba menghias telur.
Ajak mereka untuk bisa berimajinasi dan berkreasi dengan telur-telur mereka, misalnya dengan melukis telur, mewarnai telur, atau menempel kertas berwarna dan kain perca ke kulit telur. Hal ini akan membantu merangsang kreativitas dan keberanian mereka berkarya. Sebagai hadiahnya, bisa saja sebuah alkitab mini ataupun benda rohani lainnya, untuk menciptakan suasana yang lebih bermakna saat merayakan Paskah. Cara ini juga efektif untuk menghemat pengeluaran Anda dibanding harus membelikan mereka mainan anak dengan harga yang cukup mahal.
3. Tak perlu baju baru
Entah sejak kapan, tradisi mengenakan baju baru untuk setiap perayaan hari raya menjadi kebiasaan dalam keluarga. Agar pengeluaran tak membludak, coret kegiatan belanja baju baru jelang Paskah, gunakan saja baju lama yang masih layak pakai. Cara lainnya, tambahkan kreativitas Anda dengan mengkreasikan baju lama Anda. Misalnya dengan menambah aplikasi tempelan kain, motif, atau manik-manik. Dengan cara ini, Anda juga bisa merangsang kreativitas si kecil dengan pakaiannya.
http://female.kompas.com/
Agar perayaan Paskah tetap sederhana dan dapat membantu Anda menghemat pengeluaran, simak kiatnya.
1. Berbagi tugas.
Kentalnya tradisi gotong royong memudahkan Anda dan keluarga, untuk berbagi tugas dalam merayakan Paskah, terutama menyangkut penyediaan makanan. Keluarga dan teman-teman biasanya ingin berkontribusi "menyumbang" aneka makanan dan saling berbagi terutama saat acara kumpul bersama.
Nah kali ini, alih-alih mengharapkan "sumbangan" sukarela, ada baiknya Anda berbagi tugas dengan kerabat. Misalnya, Anda meminta adik untuk membawa ayam goreng, dan kakak untuk membawa olahan sayuran, karena Anda sudah menyiapkan pasangan makanan yang tepat untuk dipasangkan dengan lauk dan sayur ini. Dan tanpa disadari, Anda sudah memiliki meja yang penuh dengan hidangan lezat untuk dinikmati bersama keluarga.
2. Ajak anak-anak menghias telur Paskah.
Saat berkumpul jangan lupa untuk memberi anak-anak beberapa kegiatan yang bisa memicu kreativitas mereka sekaligus membantu mereka lebih memahami makna perayaan Paskah. Paskah identik dengan menghias telur rebus, maka tak ada salahnya untuk memberi anak-anak sebuah ajang lomba menghias telur.
Ajak mereka untuk bisa berimajinasi dan berkreasi dengan telur-telur mereka, misalnya dengan melukis telur, mewarnai telur, atau menempel kertas berwarna dan kain perca ke kulit telur. Hal ini akan membantu merangsang kreativitas dan keberanian mereka berkarya. Sebagai hadiahnya, bisa saja sebuah alkitab mini ataupun benda rohani lainnya, untuk menciptakan suasana yang lebih bermakna saat merayakan Paskah. Cara ini juga efektif untuk menghemat pengeluaran Anda dibanding harus membelikan mereka mainan anak dengan harga yang cukup mahal.
3. Tak perlu baju baru
Entah sejak kapan, tradisi mengenakan baju baru untuk setiap perayaan hari raya menjadi kebiasaan dalam keluarga. Agar pengeluaran tak membludak, coret kegiatan belanja baju baru jelang Paskah, gunakan saja baju lama yang masih layak pakai. Cara lainnya, tambahkan kreativitas Anda dengan mengkreasikan baju lama Anda. Misalnya dengan menambah aplikasi tempelan kain, motif, atau manik-manik. Dengan cara ini, Anda juga bisa merangsang kreativitas si kecil dengan pakaiannya.
http://female.kompas.com/
5 Pelajaran Motivasi dari Momen Paskah
Dalam menjalani hidup, banyak hal yang bisa membuat kita menjadi
putus asa, seperti masalah rumah tangga, kematian anggota keluarga,
kehilangan pekerjaan atau lainnya. Ketika mengalami hal ini,
keputusasaan adalah reaksi alami yang muncul namun bisa merusak harapan
dalam hidup.
Bagi umat Kristiani, Paskah memiliki arti masa pertobatan dan pengampunan dosa serta merupakan harapan baru dalam hidup. Melalui Paskah, setiap individu belajar menemukan harapan dan kembali bangkit. Jadikan Paskah sebagai momen kebangkitan ketika sedang menghadapi situasi yang seolah tanpa harapan, dengan sejumlah motivasi ini.
1. Berani bangkit dari keterpurukan.
Semua masalah akan datang silih berganti, namun semua hal bisa diselesaikan dengan baik dan juga bangkit dari situasi ini. Selalu akan ada kabar baik setiap hari, dan untuk mendapatkannya Anda hanya perlu lebih aktif untuk mengatasi masalah dan bergerak maju menemukan kebaikan. Tak ada gunanya berlama-lama berdiam diri dan putus asa. Dengan berusaha keras, setiap orang bisa belajar dari kesalahan dan menjadi lebih sukses.
2. Jeli melihat peluang.
Setiap tanda-tanda keberhasilan bisa saja datang dengan berbagai cara, maka jangan remehkan hal yang terjadi dalam hidup meskipun Anda tak mengharapkannya. Anda perlu lebih jeli melihat peluang yang bisa menjadi cara untuk memotivasi hidup.
3. Setiap orang punya harapan asal percaya.
Setiap manusia punya kebutuhan yang berbeda, namun memiliki harapan yang sama asalkan percaya. Buktikan keyakinan Anda dengan memahami bahwa setiap orang memiliki jalannya sendiri dalam hidup, namun akan indah pada waktunya. Biarkan Tuhan mengerjakan segala sesuatunya untuk hidup Anda, dan tugas Anda adalah percaya dan yakin. "Ini sama seperti Thomas, murid Yesus yang tidak percaya bahwa ia telah bangkit dari kematian," ungkap Christopher Smith, konsultan pernikahan dalam artikelnya Finding Hope: 5 Lessons From Easter.
4. Jangan memikirkan keputusasaan Anda.
Ketika suatu hal buruk terjadi, maka setiap kejadian yang terjadi dalam hidup sering dianggap sebagai masalah atau beban hidup. Memikirkan berbagai hal yang membuat Anda putus asa malah justru mempersulit diri untuk bisa melihat peluang dan harapan yang ada di depan.
"Ketika murid berjalan ke Emaus, mereka hampir kehilangan kabar baik karena mereka begitu ingin menceritakan kabar buruk yang terjadi pada murid yang lainnya. Jangan terlalu fokus pada hal buruk yang sudah terjadi sehingga membuat Anda tak bisa melihat harapan baru yang lebih baik," tambah Smith.
5. Bersiaplah untuk hal baru.
Seringkali kita merasa bahwa kitalah pemilik hidup sehingga kita bebas melakukan apapun dalam hidup dan tak merasa bahwa Tuhan-lah yang mengatur kehidupan kita. Jangan bertindak sok tahu, pasrahlah pada kehendak Tuhan dan biarkan Ia memimpin Anda dalam segala hal, serta percayalah Anda tengah dituntun kepada kehidupan dan harapan yang lebih baik dengan hati lebih damai dan utuh.
http://female.kompas.com
Bagi umat Kristiani, Paskah memiliki arti masa pertobatan dan pengampunan dosa serta merupakan harapan baru dalam hidup. Melalui Paskah, setiap individu belajar menemukan harapan dan kembali bangkit. Jadikan Paskah sebagai momen kebangkitan ketika sedang menghadapi situasi yang seolah tanpa harapan, dengan sejumlah motivasi ini.
1. Berani bangkit dari keterpurukan.
Semua masalah akan datang silih berganti, namun semua hal bisa diselesaikan dengan baik dan juga bangkit dari situasi ini. Selalu akan ada kabar baik setiap hari, dan untuk mendapatkannya Anda hanya perlu lebih aktif untuk mengatasi masalah dan bergerak maju menemukan kebaikan. Tak ada gunanya berlama-lama berdiam diri dan putus asa. Dengan berusaha keras, setiap orang bisa belajar dari kesalahan dan menjadi lebih sukses.
2. Jeli melihat peluang.
Setiap tanda-tanda keberhasilan bisa saja datang dengan berbagai cara, maka jangan remehkan hal yang terjadi dalam hidup meskipun Anda tak mengharapkannya. Anda perlu lebih jeli melihat peluang yang bisa menjadi cara untuk memotivasi hidup.
3. Setiap orang punya harapan asal percaya.
Setiap manusia punya kebutuhan yang berbeda, namun memiliki harapan yang sama asalkan percaya. Buktikan keyakinan Anda dengan memahami bahwa setiap orang memiliki jalannya sendiri dalam hidup, namun akan indah pada waktunya. Biarkan Tuhan mengerjakan segala sesuatunya untuk hidup Anda, dan tugas Anda adalah percaya dan yakin. "Ini sama seperti Thomas, murid Yesus yang tidak percaya bahwa ia telah bangkit dari kematian," ungkap Christopher Smith, konsultan pernikahan dalam artikelnya Finding Hope: 5 Lessons From Easter.
4. Jangan memikirkan keputusasaan Anda.
Ketika suatu hal buruk terjadi, maka setiap kejadian yang terjadi dalam hidup sering dianggap sebagai masalah atau beban hidup. Memikirkan berbagai hal yang membuat Anda putus asa malah justru mempersulit diri untuk bisa melihat peluang dan harapan yang ada di depan.
"Ketika murid berjalan ke Emaus, mereka hampir kehilangan kabar baik karena mereka begitu ingin menceritakan kabar buruk yang terjadi pada murid yang lainnya. Jangan terlalu fokus pada hal buruk yang sudah terjadi sehingga membuat Anda tak bisa melihat harapan baru yang lebih baik," tambah Smith.
5. Bersiaplah untuk hal baru.
Seringkali kita merasa bahwa kitalah pemilik hidup sehingga kita bebas melakukan apapun dalam hidup dan tak merasa bahwa Tuhan-lah yang mengatur kehidupan kita. Jangan bertindak sok tahu, pasrahlah pada kehendak Tuhan dan biarkan Ia memimpin Anda dalam segala hal, serta percayalah Anda tengah dituntun kepada kehidupan dan harapan yang lebih baik dengan hati lebih damai dan utuh.
http://female.kompas.com
Kuatkan Perkawinan dengan Semangat Paskah
Kehidupan pernikahan memang tak selalu indah dan mulus sesuai
harapan. Berbagai masalah kerap mewarnai kehidupan rumah tangga. Namun,
sebaiknya masalah ini tidak melunturkan semangat Anda dalam menjaga
keharmonisan rumah tangga bersama pasangan. Yakinlah bahwa Tuhan akan
memberi ujian dalam rumah tangga ini sebagai jalan untuk mempererat dan
menguatkan hubungan Anda dan pasangan.
Yesus mengajak Anda dan pasangan untuk menyelami pesan-pesanNya, dan menguatkan hubungan pernikahan Anda melalui pengorbananNya di kayu salib dan kebangkitanNya saat Paskah.
1. Meneladani sikap YesusTiga kejadian penting saat Paskah meliputi kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Melalui Paskah, Yesus berusaha memberi contoh kepada manusia bagaimana Anda harus setia dengan komitmen Anda terhadap janji perkawinan. Bahwa kehidupan perkawinan yang bahagia, betapa pun sulit untuk mewujudkannya, akan tercapai bila Anda berkomitmen untuk saling membahagiakan pasangan. Kepercayaan yang teguh akan campur tangan Tuhan, dan yakin akan ada suatu hal baik yang akan Anda terima sesudahnya, akan membuat kehidupan rumah tangga Anda lebih terberkati. Yesus mengajarkan untuk saling berempati, bersikap rendah hati, saling memaafkan, dan saling menjadi berkat bagi pasangan.
2. Lebih bersabar menghadapi masalah
Menyatukan dua jiwa dan kepribadian dalam satu ikatan pernikahan memang tak mudah. Melalui Paskah, Yesus mengajak kita untuk lebih bersabar dalam masalah. Melalui kematianNya di kayu salib, Kristus mengajarkan kita untuk bersabar menunggu buah manis yang akan kita nikmati ketika kita bekerja keras untuk mendapatkannya. Kesabaran dalam menjalani kehidupan pernikahan juga akan menjadikan ikatan Anda dan pasangan semakin kuat. Yesus sendiri harus bersabar menjalani penderitaan, dan mati di salib terlebih dulu sebelum akhirnya bangkit dengan mulia. Paskah mengajarkan kita untuk semakin dikuatkan dalam kesabaran, dan pengharapan dalam menghadapi masalah di pernikahan.
3. Belajar saling memaafkan
Emosi yang memuncak bisa membuat Anda dan pasangan jadi bertengkar hebat. Tak jarang pula, pertengkaran akan berlangsung cukup lama dan menyisakan rasa kesal. Jika Yesus saja bisa memaafkan orang yang menyiksa dan membunuhNya, maka tak ada alasan bagi Anda untuk tidak memaafkan pasangan yang Anda cintai. Kerelaan Yesus untuk mati dan tidak mendendam, dan justru memaafkan orang-orang yang menyiksaNya, adalah bukti bahwa Ia sungguh mencintai kita sekalipun kita punya kesalahan.
Sifat inilah yang harus dicontoh oleh setiap pasangan. Ketika pasangan melakukan hal-hal yang kurang baik kepada Anda, sebaiknya jangan mendendam atau membalasnya dengan perbuatan yang sama. Sebaliknya, doakan pasangan Anda supaya kemarahannya segera mereda. Berdoalah juga agar Anda mampu memaafkannya dan melakukan introspeksi karena mungkin saja Anda pun punya peran dalam membuatnya marah.
Bersikaplah lebih rendah hati untuk bisa saling memaafkan satu sama lain. Masalah terbesar dalam pernikahan adalah gengsi yang tinggi untuk meminta maaf, dan memaafkan kesalahan pasangan. Anda selalu ingin minta dipahami, namun sulit untuk memahami. Padahal tanpa sikap memaafkan, Anda tak bisa menciptakan hubungan pernikahan yang bahagia, termasuk tak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan.
Sumber: elevate your marriage/http://female.kompas.com
Yesus mengajak Anda dan pasangan untuk menyelami pesan-pesanNya, dan menguatkan hubungan pernikahan Anda melalui pengorbananNya di kayu salib dan kebangkitanNya saat Paskah.
1. Meneladani sikap YesusTiga kejadian penting saat Paskah meliputi kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Melalui Paskah, Yesus berusaha memberi contoh kepada manusia bagaimana Anda harus setia dengan komitmen Anda terhadap janji perkawinan. Bahwa kehidupan perkawinan yang bahagia, betapa pun sulit untuk mewujudkannya, akan tercapai bila Anda berkomitmen untuk saling membahagiakan pasangan. Kepercayaan yang teguh akan campur tangan Tuhan, dan yakin akan ada suatu hal baik yang akan Anda terima sesudahnya, akan membuat kehidupan rumah tangga Anda lebih terberkati. Yesus mengajarkan untuk saling berempati, bersikap rendah hati, saling memaafkan, dan saling menjadi berkat bagi pasangan.
2. Lebih bersabar menghadapi masalah
Menyatukan dua jiwa dan kepribadian dalam satu ikatan pernikahan memang tak mudah. Melalui Paskah, Yesus mengajak kita untuk lebih bersabar dalam masalah. Melalui kematianNya di kayu salib, Kristus mengajarkan kita untuk bersabar menunggu buah manis yang akan kita nikmati ketika kita bekerja keras untuk mendapatkannya. Kesabaran dalam menjalani kehidupan pernikahan juga akan menjadikan ikatan Anda dan pasangan semakin kuat. Yesus sendiri harus bersabar menjalani penderitaan, dan mati di salib terlebih dulu sebelum akhirnya bangkit dengan mulia. Paskah mengajarkan kita untuk semakin dikuatkan dalam kesabaran, dan pengharapan dalam menghadapi masalah di pernikahan.
3. Belajar saling memaafkan
Emosi yang memuncak bisa membuat Anda dan pasangan jadi bertengkar hebat. Tak jarang pula, pertengkaran akan berlangsung cukup lama dan menyisakan rasa kesal. Jika Yesus saja bisa memaafkan orang yang menyiksa dan membunuhNya, maka tak ada alasan bagi Anda untuk tidak memaafkan pasangan yang Anda cintai. Kerelaan Yesus untuk mati dan tidak mendendam, dan justru memaafkan orang-orang yang menyiksaNya, adalah bukti bahwa Ia sungguh mencintai kita sekalipun kita punya kesalahan.
Sifat inilah yang harus dicontoh oleh setiap pasangan. Ketika pasangan melakukan hal-hal yang kurang baik kepada Anda, sebaiknya jangan mendendam atau membalasnya dengan perbuatan yang sama. Sebaliknya, doakan pasangan Anda supaya kemarahannya segera mereda. Berdoalah juga agar Anda mampu memaafkannya dan melakukan introspeksi karena mungkin saja Anda pun punya peran dalam membuatnya marah.
Bersikaplah lebih rendah hati untuk bisa saling memaafkan satu sama lain. Masalah terbesar dalam pernikahan adalah gengsi yang tinggi untuk meminta maaf, dan memaafkan kesalahan pasangan. Anda selalu ingin minta dipahami, namun sulit untuk memahami. Padahal tanpa sikap memaafkan, Anda tak bisa menciptakan hubungan pernikahan yang bahagia, termasuk tak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan.
Sumber: elevate your marriage/http://female.kompas.com
24 Maret 2013
ISTERI BIJAK DAN PRIORITASNYA
"Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." Amsal 31:12
Di zaman sekarang ini banyak wanita Kristen (isteri) yang tidak hanya menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga murni (mengurus suami, anak dan rumah tangga), tetapi mampu berperan juga dalam pekerjaan (karir). Akibatnya tidak sedikit para isteri yang mengeluh karena lelah fisik dan emosi. Inilah saatnya bagi wanita untuk mengoreksi kembali komitmen dan tanggung jawabnya sesuai dengan firman Tuhan, yaitu melaksanakan perannya sebagai wanita sesuai yang direncanakan Tuhan. Di dalam Amsal 31:10-31 terangkum hal-hal yang harus dipahami oleh para wanita berkenaan dengan tugas dan tanggung jawabnya: mengurus suami, anak, rumah tangga dan juga karir di luar rumah.
Seorang wanita (isteri) yang bijak adalah wanita yang dapat menyeimbangkan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab utamanya, yaitu antara suami, anak, rumah tangga dan juga diri sendiri. Sementara komitmen lainnya, seperti berkarir di luar rumah, adalah hal kedua yang memang penting, tapi hanya sebagai pelengkap saja. Ada pun tugas utamanya terangkum dalam ayat ini: "Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." Artinya hidupnya harus dicurahkan untuk berbuat baik kepada suaminya; ia harus memahami tujuan utama Tuhan menciptakan dia yaitu sebagai penolong bagi laki-laki. Tertulis: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18).
Menjadi penolong bagi laki-laki tidak membuat wanita berada di posisi lebih rendah; justru seorang wanita yang bisa menjadi penolong bagi laki-laki disebut Alkitab sebagai seorang isteri yang cakap, kemuliaan laki-laki dan juga mahkota bagi suaminya. Menjadi penolong bagi suami artinya senantiasa membantu, mendukung dan menguatkan suami dalam semua aspek kehidupannya (jasmani dan rohani). Memang hal itu tidak mudah, apalagi bila para wanita sudah mengenal suami dengan segala kelemahannya. Salah satu langkah terbaik untuk mendukung suami dan berbuat baik kepadanya adalah dengan cara menghormatinya dan senantiasa berdoa untuk dia.
Berdoa untuk suami adalah sangat penting, supaya melalui kuasa Roh KudusNya Tuhan membentuk dan menjadikan suami kita sebagai sosok pribadi yang berkenan kepada Tuhan.
http://airhidupblog.blogspot.com
Di zaman sekarang ini banyak wanita Kristen (isteri) yang tidak hanya menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga murni (mengurus suami, anak dan rumah tangga), tetapi mampu berperan juga dalam pekerjaan (karir). Akibatnya tidak sedikit para isteri yang mengeluh karena lelah fisik dan emosi. Inilah saatnya bagi wanita untuk mengoreksi kembali komitmen dan tanggung jawabnya sesuai dengan firman Tuhan, yaitu melaksanakan perannya sebagai wanita sesuai yang direncanakan Tuhan. Di dalam Amsal 31:10-31 terangkum hal-hal yang harus dipahami oleh para wanita berkenaan dengan tugas dan tanggung jawabnya: mengurus suami, anak, rumah tangga dan juga karir di luar rumah.
Seorang wanita (isteri) yang bijak adalah wanita yang dapat menyeimbangkan segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab utamanya, yaitu antara suami, anak, rumah tangga dan juga diri sendiri. Sementara komitmen lainnya, seperti berkarir di luar rumah, adalah hal kedua yang memang penting, tapi hanya sebagai pelengkap saja. Ada pun tugas utamanya terangkum dalam ayat ini: "Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." Artinya hidupnya harus dicurahkan untuk berbuat baik kepada suaminya; ia harus memahami tujuan utama Tuhan menciptakan dia yaitu sebagai penolong bagi laki-laki. Tertulis: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18).
Menjadi penolong bagi laki-laki tidak membuat wanita berada di posisi lebih rendah; justru seorang wanita yang bisa menjadi penolong bagi laki-laki disebut Alkitab sebagai seorang isteri yang cakap, kemuliaan laki-laki dan juga mahkota bagi suaminya. Menjadi penolong bagi suami artinya senantiasa membantu, mendukung dan menguatkan suami dalam semua aspek kehidupannya (jasmani dan rohani). Memang hal itu tidak mudah, apalagi bila para wanita sudah mengenal suami dengan segala kelemahannya. Salah satu langkah terbaik untuk mendukung suami dan berbuat baik kepadanya adalah dengan cara menghormatinya dan senantiasa berdoa untuk dia.
Berdoa untuk suami adalah sangat penting, supaya melalui kuasa Roh KudusNya Tuhan membentuk dan menjadikan suami kita sebagai sosok pribadi yang berkenan kepada Tuhan.
http://airhidupblog.blogspot.com
WANITA CIPTAAN TERCANGGIH
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis,
berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang
yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8
Wanita,… taukah Anda, ….. bahwa kita diciptakan Allah sebagai ciptaan yang paling canggih diantara ciptaanNya, Kejadian 1 dan 2, menceritakan Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, jika Anda perhatikan baik-baik, Anda akan menemukan kata-kata penilaian Allah akan ciptaanNya,….
Pada akhir dari penciptaan, Allah melihat dan memandang apa yang telah dijadikanNya dan menyatakan, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik”, pada hari ke enam, ….. ketika menciptakan binatang,… Ia berkata “itu baik”, kemudian Ia menciptakan manusia “Adam”,…. Ia menilai dan berkata “Tidak baik”,…… kalau manusia itu seorang diri saja”,…. berarti ada sesuatu yang kurang lengkap, dan Allah tidak merasa cukup puas dengan apa yang dilihatNya,… Oleh karena itu Allah kemudian menciptakan perempuan pertama, “Hawa”,…Ia menciptakan Hawa dengan “membangun”,… bukan “membentuk” seperti “Adam”,… dan segera sesudah itu Dia menyatakan, “sungguh amat baik”.
Perbedaan membangun dan membentuk sangat besar, membentuk bisanya hal-hal yg kecil,… membentuk miniatur gedung, membentuk taman, dll. tapi membangun adalah tugas besar,… misalnya membangun rumah, membangun bangunan bertingkat, dll.
Penilaian pada hari yang keenam dimulai dari “baik”, turun menjadi “tidak baik”,… karena ada kekurangan, dan diakhiri dengan “amat baik”. Ini satu-satunya hari dimana Allah mengubah penilaianNya untuk hasil pekerjaanNya.
Sobat Wanita,… karena kita adalah ciptaan Tuhan yang paling canggih, bersyukurlah menjadi seorang wanita,… tapi berhati-hatilah,… karena iblis tidak senang,… iblis ingin merusak setiap wanita,… keindahan wanita sering diperdayakannya untuk merusak dunia ini,… bahkan iblis sering menjadikan kita sebagai alatnya untuk menghancurkan dunia ini,… karena iblis tau,… kita adalah ciptaan Tuhan yang paling canggih yang dapat melakukan rencana jahatNya.
Berjaga-jagalah senantiasa karena lawanmu tidak tinggal diam,… jika kita lalai,… kita dapat ditelannya. Iblis sering menipu kita,… sehingga kita merasa tidak berdaya,… Lawanlah si iblis!
Wanita,… karena kita adalah ciptaan Allah yang tercanggih,… mari,… janganlah cengeng,… kita harus dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi bersama Yesus,… kita akan melewati masalah demi masalah dengan kemenangan,… dan biarlah NamaNya di permuliakan
http://www.harianwanita.com
Wanita,… taukah Anda, ….. bahwa kita diciptakan Allah sebagai ciptaan yang paling canggih diantara ciptaanNya, Kejadian 1 dan 2, menceritakan Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, jika Anda perhatikan baik-baik, Anda akan menemukan kata-kata penilaian Allah akan ciptaanNya,….
Pada akhir dari penciptaan, Allah melihat dan memandang apa yang telah dijadikanNya dan menyatakan, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik”, pada hari ke enam, ….. ketika menciptakan binatang,… Ia berkata “itu baik”, kemudian Ia menciptakan manusia “Adam”,…. Ia menilai dan berkata “Tidak baik”,…… kalau manusia itu seorang diri saja”,…. berarti ada sesuatu yang kurang lengkap, dan Allah tidak merasa cukup puas dengan apa yang dilihatNya,… Oleh karena itu Allah kemudian menciptakan perempuan pertama, “Hawa”,…Ia menciptakan Hawa dengan “membangun”,… bukan “membentuk” seperti “Adam”,… dan segera sesudah itu Dia menyatakan, “sungguh amat baik”.
Perbedaan membangun dan membentuk sangat besar, membentuk bisanya hal-hal yg kecil,… membentuk miniatur gedung, membentuk taman, dll. tapi membangun adalah tugas besar,… misalnya membangun rumah, membangun bangunan bertingkat, dll.
Penilaian pada hari yang keenam dimulai dari “baik”, turun menjadi “tidak baik”,… karena ada kekurangan, dan diakhiri dengan “amat baik”. Ini satu-satunya hari dimana Allah mengubah penilaianNya untuk hasil pekerjaanNya.
Sobat Wanita,… karena kita adalah ciptaan Tuhan yang paling canggih, bersyukurlah menjadi seorang wanita,… tapi berhati-hatilah,… karena iblis tidak senang,… iblis ingin merusak setiap wanita,… keindahan wanita sering diperdayakannya untuk merusak dunia ini,… bahkan iblis sering menjadikan kita sebagai alatnya untuk menghancurkan dunia ini,… karena iblis tau,… kita adalah ciptaan Tuhan yang paling canggih yang dapat melakukan rencana jahatNya.
Berjaga-jagalah senantiasa karena lawanmu tidak tinggal diam,… jika kita lalai,… kita dapat ditelannya. Iblis sering menipu kita,… sehingga kita merasa tidak berdaya,… Lawanlah si iblis!
Wanita,… karena kita adalah ciptaan Allah yang tercanggih,… mari,… janganlah cengeng,… kita harus dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi bersama Yesus,… kita akan melewati masalah demi masalah dengan kemenangan,… dan biarlah NamaNya di permuliakan
http://www.harianwanita.com
Pernikahan Bahagia karena Kebiasaan Mengevaluasi Hubungan
Ingin memiliki pernikahan yang bahagia? Sederhana saja caranya,
pasangan menikah hanya cukup luangkan waktu 21 menit per tahunnya untuk
mengevaluasi hubungan dan menuliskannya. Juga rutin membahas kondisi
finansial, bukan semata mengatur keuangan.
Studi yang dipimpin oleh Eli Finkel, kepala departemen psikologi Northwestern University, menunjukkan pasangan yang mengevaluasi hubungan tiga kali setahun memiliki pernikahan yang lebih bahagia.
Selama dua tahun, Finkel meneliti hubungan pasangan menikah. Ia melibatkan 120 pasangan dalam studi ini. Setengah dari pasangan menikah ini mengevaluasi hubungannya dan menuliskannya, tiga kali setahun, setiap empat bulan, total hanya membutuhkan waktu 21 menit setiap tahunnya.
Hasilnya, pasangan menikah yang menuliskan evaluasi hubungan ini tidak mengalami adanya penurunan level kebahagiaan juga terhindar dari masalah ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan.
Scott dan Bethany Palmer, The Money Couple (pakar cinta dan keuangan) mengatakan hasil studi Finkel ini memiliki kemiripan dengan pengalaman keduanya dalam melayani klien mereka, pasangan menikah yang berkonsultasi soal keuangan.
Menurut Palmer, pasangan menikah yang rutin membahas keuangan setiap bulan, juga memiliki hubungan yang lebih bahagia. Kebiasaan mengulas keuangan bersama pasangan menguatkan hubungan, membangun kepercayaan dan membuat pasangan menikah lebih kompak dalam menghadapi masa depan.
Pembahasan rutin bulan soal keuangan bukan semata membicarakan perencanaan finansial, namun memberikan kesempatan kepada pasangan menikah untuk mengevaluasi hubungan terutama berkaitan dengan perasaan.
Menurut Palmer, sudah semestinya pasangan menikah membahas keuangan. Setidaknya dengan mempertanyakan apakah kebutuhan Anda dan pasangan akan keuangan sudah sejalan? Apa yang menjadi harapan dan tujuan ke depannya dan bagaimana cara mewujudkannya? Hal-hal semacam ini perlu didiskusikan, dievaluasi demi mendapatkan kebahagiaan. Kalau masalah keuangan menimbulkan perselisihan, cobalah untuk saling mendengarkan dan berkompromi.
Adalah hal yang wajar jika pasangan menikah mengalami pertentangan. Bahkan pasangan menikah yang bahagia seperti disebutkan Finkel dalam studinya, bukan berarti tak pernah melewati perselisihan.
Namun, pasangan yang terbiasa berdiskusi tentang hubungan, tentang perasaan hingga keuangan, akan lebih mudah mengatasi situasi sulit. Meski pun kerap berargumen bahkan mengalami konflik, mereka akan lebih mudah mengatasi situasi termasuk meredakan emosi.
Begitu pun dengan kebiasaan mengevaluasi kondisi finansial. Bisa saja kebiasaan ini menyebabkan konflik dalam hubungan, namun hal ini juga bisa menciptakan keseimbangan dan menyehatkan.
http://female.kompas.com/
Studi yang dipimpin oleh Eli Finkel, kepala departemen psikologi Northwestern University, menunjukkan pasangan yang mengevaluasi hubungan tiga kali setahun memiliki pernikahan yang lebih bahagia.
Selama dua tahun, Finkel meneliti hubungan pasangan menikah. Ia melibatkan 120 pasangan dalam studi ini. Setengah dari pasangan menikah ini mengevaluasi hubungannya dan menuliskannya, tiga kali setahun, setiap empat bulan, total hanya membutuhkan waktu 21 menit setiap tahunnya.
Hasilnya, pasangan menikah yang menuliskan evaluasi hubungan ini tidak mengalami adanya penurunan level kebahagiaan juga terhindar dari masalah ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan.
Scott dan Bethany Palmer, The Money Couple (pakar cinta dan keuangan) mengatakan hasil studi Finkel ini memiliki kemiripan dengan pengalaman keduanya dalam melayani klien mereka, pasangan menikah yang berkonsultasi soal keuangan.
Menurut Palmer, pasangan menikah yang rutin membahas keuangan setiap bulan, juga memiliki hubungan yang lebih bahagia. Kebiasaan mengulas keuangan bersama pasangan menguatkan hubungan, membangun kepercayaan dan membuat pasangan menikah lebih kompak dalam menghadapi masa depan.
Pembahasan rutin bulan soal keuangan bukan semata membicarakan perencanaan finansial, namun memberikan kesempatan kepada pasangan menikah untuk mengevaluasi hubungan terutama berkaitan dengan perasaan.
Menurut Palmer, sudah semestinya pasangan menikah membahas keuangan. Setidaknya dengan mempertanyakan apakah kebutuhan Anda dan pasangan akan keuangan sudah sejalan? Apa yang menjadi harapan dan tujuan ke depannya dan bagaimana cara mewujudkannya? Hal-hal semacam ini perlu didiskusikan, dievaluasi demi mendapatkan kebahagiaan. Kalau masalah keuangan menimbulkan perselisihan, cobalah untuk saling mendengarkan dan berkompromi.
Adalah hal yang wajar jika pasangan menikah mengalami pertentangan. Bahkan pasangan menikah yang bahagia seperti disebutkan Finkel dalam studinya, bukan berarti tak pernah melewati perselisihan.
Namun, pasangan yang terbiasa berdiskusi tentang hubungan, tentang perasaan hingga keuangan, akan lebih mudah mengatasi situasi sulit. Meski pun kerap berargumen bahkan mengalami konflik, mereka akan lebih mudah mengatasi situasi termasuk meredakan emosi.
Begitu pun dengan kebiasaan mengevaluasi kondisi finansial. Bisa saja kebiasaan ini menyebabkan konflik dalam hubungan, namun hal ini juga bisa menciptakan keseimbangan dan menyehatkan.
http://female.kompas.com/
Langganan:
Postingan (Atom)