6 Juni 2013

Jadilah "Polisi" Pencegah Kegemukan!

Prevalensi kegemukan pada anak terus meningkat. Kecenderungan anak untuk menjadi gemuk sejatinya tidak terlepas dari peran dan pengaruh orangtua yang mendampinginya.
Pakar fisiologi dan konsultan kontrol berat badan dr. Grace Judio-Kahl menyarankan para orangtua lebih peduli dengan asupan gizi anak. Bahkan orang tua perlu menjadi "polisi" bagi apa yang dimakan oleh anak mereka.

"Anak tidak dapat mengatur makanannya sendiri, yang harus mengaturnya adalah orang tua," katanya dalam konferensi pers peluncuran buku "Solusi Tanpa Stres untuk Anak Gemuk" di Jakarta, Rabu (5/6/2013).
Grace mamaparkan, prinsipnya orangtua perlu menanamkan pendirian hidup sehat dengan memberikan anak makanan yang jumlah dan jenisnya sesuai dengan kebutuhan anak. Selain itu, orangtua perlu memperhatikan batasan-batasan sejauh mana mereka dapat memberikan toleransi makan kepada anak.
Menurut Grace, ada tiga hal yang perlu orangtua perhatikan dalam memberikan batasan-batasan makan bagi anak. Pertama, anak baru boleh makan makanan yang sedikit tinggi kalori pada satu peristiwa yang spesial untuknya. "Contohnya ketika anak ulang tahun, tidak mungkin orangtua melarangnya makan kue ulang tahun dia sendiri," tuturnya.
Kedua yaitu pada saat darurat, yaitu tidak ada pilihan makanan lain yang lebih sehat. Misalnya, suatu hari pergi ke suatu tempat yang sulit mendapatkan makanan sehat, yang ada hanya restoran makanan cepat saji. Dalam keadaan darurat seperti itu, anak boleh saja memakan makanan yang berasal dari restoran tersebut.
Ketiga yaitu sesuai dengan aktivitas yang anak kerjakan. Apabila anak sudah melakukan aktivitas fisik yang melelahkan dan membakar banyak kalori, anak boleh makan lebih banyak untuk mengganti energi yang sudah ia keluarkan. "Maka inilah pentingnya orangtua tahu perhitungan kalori dari berbagai jenis makanan," tegas Grace.
Kendati demikian, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengatakan, yang paling penting adalah mengubah kebiasaan pola hidup keluarga yang notabene merupakan lingkungan yang paling dekat dengan anak. Jika anak diharuskan mengubah pola makannya supaya menjadi lebih sehat, maka orang di sekitarnya pun perlu mengubahnya pula.
"Jadikan pola makan tidak sehat sebagai musuh bersama, maka masing-masing anggota keluarga jadi bisa saling menguatkan satu sama lain untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat," tandasnya.

 http://health.kompas.com/

Risiko Bila Bayi Mengonsumsi Gula Terlalu Dini

Obesitas merupakan pangkal penyakit. Kegemukan dapat memicu risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Saat ini masalah kegemukan bukan hanya monopoli orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Obesitas pada anak bahkan telah menjadi perhatian khusus karena kasusnya terus naik baik di negara-negara maju maupun negara berkembang.

Di Amerika Serikat misalnya, obesitas anak meningkat tiga kali lipat selama 30 tahun terakhir. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, lebih dari 12,5 juta anak Amerika terkena obesitas.  Penyebab utamanya adalah konsumsi gula berlebihan, yang dimulai pada usia awal pertumbuhan.

Para orangtua sebaiknya mewaspadai asupan gula berlebihan sejak usia bayi karena berdampak pada kualitas kesehatan jangka panjang. Konsumsi gula berlebih di usia dini akan menambah jumlah kalori pada menu keseharian anak. Bila tak terkendali akan memicu kegemukan dan obesitas. Tingginya kandungan gula pun dapat mengurangi asupan nutrisi penting lainnya pada menu keseharian. Hal ini dikarenakan rasa manis sangat disukai anak. Akibatnya, anak hanya memilih makanan yang disukai.

Gula juga akan merusak gigi anak yang baru tumbuh. Risiko ini semakin besar jika anak kerap minum gula dari botol. Hal ini sama seperti anak yang mengemut permen tangkai setiap hari.

The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan anak tidak minum jus sampai berusia 1 tahun. Jus juga sebaiknya diminum dari gelas, bukan botol. Jumlah yang diminum tidak lebih dari 4-6 ounce (sekitar 120-230 ml)  per hari. Pengaturan pola makan juga akan memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Oleh karena itu, penting membatasi konsumsi gula pada anak.

Kenalkan buah
Kepercayaan lama menyebutkan, mengenalkan anak dengan beragam jenis buah-buahan yang manis di usia dini hanya akan menyebabkan anak doyan makanan manis dan cenderung tidak suka menyantap sayuran atau makanan lain. Akan tetapi, menurut American Academi of Pediatrics, anggapan ini tidak berdasar. Selain itu, tak ada alasan medis kuat yang menyarankan agar program makan bayi harus diawali dengan suatu jenis makanan padat tertentu. Menurut para ahli, bayi terlahir secara alami dengan kesiapan beradaptasi dengan makanan manis. Pengenalan pada makanan padat tidak akan mengubah hal ini.

Yang perlu dihindari
Makanan yang mengandung gula tambahan harus dihindari. Lebih baik memberi buah segar atau yogurt, dibanding kue, biskuit, atau es krim. Bila anak harus minum sesuatu yang manis, lebih baik memberinya jus buah dengan air yang lebih sedikit dan tanpa gula. Orangtua sebaiknya waspada terhadap kandungan gula pada makanan bayi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memeriksa label dan kandungan nutrisi semua makanan bayi termasuk produk olahan.

 http://health.kompas.com

29 Mei 2013

Semakin Banyak Uang, Semakin Boros! Benarkah?

"Jika sumber pendapatan seseorang meningkat, maka garis kebutuhan pun biasanya turut meningkat," ungkap Fourrita, seorang Financial Planner.

Setiap orang tentunya ingin maju dan bisa mendapatkan penghasilan yang banyak. Tapi tanpa sadar, majunya seseorang ternyata juga bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri.

Orang sukses yang sudah memiliki banyak uang misalnya. Karena lingkungan dan keinginan, ia pun terdorong untuk menjadi lebih konsumtif, entah itu karena membeli barang-barang branded atau lapar mata saat jalan-jalan ke mal. Umumnya ini terjadi karena si pelaku tak berpikir secara jangka panjang.

Maka tak heran, uang pun banyak yang dikeluarkan dan bisa membuat orang mendadak jadi bangkrut. Apakah hal ini juga terjadi pada Anda?

"Hidup memang cuma sekali, jadi harus menikmati. Tapi bukan berarti kita menikmatinya dengan harus selalu membuat keinginan terpenuhi dan pengularan jadi tidak terkontrol," papar Fourrita.

Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa menyeimbangkan antara pemasukan dengan pengeluaran. Meskipun uang yang didapat banyak, bukan berarti juga kita harus hidup mewah.

Fourrita juga menambahkan, orang yang boros dan selalu ingin memenuhi keinginannya, maka orang tersebut sudah diperbudak oleh uang yang dimilikinya. Itu tanda ia tidak bisa mengontrol keinginan dan pengeluarannya tersebut. Masalah keungan tidak hanya membuat seseorang jadi bangkrut, tapi mereka juga bisa mengalami stres.

"Stres yang sering dirasakan oleh seseorang sering dikaitkan dengan perasaan cemas dan takut," jelas dr. Andri, Sp. Kj, Psychosomatic Clinic di acara Sequislife yang bertema 'Continuously Well, Aren't You?' Itu.

Berdasarkan data dari American Institute of Stress, ternyata masalah keuangan berada di posisi keempat dari lima penyebab utama orang menjadi stres. Sementara di posisi pertama, yaitu faktor perceraian, lalu hukuman, luka atau sakit, dan terakhir kesulitan dalam pekerjaan.

Jadi, agar lebih bisa seimbang dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran, mulailah membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian pendapatan. Saran lainnya adalah jangan selalu ketergantungan dengan kartu kredit.

"Nabung paling bagus 20 persen dari pemasukan. 10 persen pun sudah bagus. Asalkan terus-menerus dan konsisten untuk menyisihkan uangnya," tutup Fourrita.

27 Mei 2013

Rahasia Sukses Wanita Karier

Zaman modern bekerja sebagai wanita karier terlihat sangat memukau. Apakah Anda salah satunya?

Tidak peduli seberapa pandainya Anda menyelesaikan pekerjaan, Anda tetap membutuhkan keahlian untuk meng-handle orang lain, khususnya rekan kerja Anda. Apa yang harus Anda lakukan?

Prinsip pertama, "Hampir setiap orang pasti ingin merasa dirinya dipandang baik." Karena itu, Kate mengajarkan, akuilah kehebatan orang lain and be respect to them.

Namun, lakukanlah dengan tulus bukan dengan maksud tersembunyi.

Prinsip kedua, "Jika menghadapi orang yang tidak menyenang?kan, cobalah menghitung hingga sepuluh baru merespon orang tersebut." Dengan kata lain, coba redam amarah Anda karena emosi membuat pikiran menjadi tidak logis.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah body language. Sikap duduk dan berdiri yang tidak tegap menggambarkan kurang percaya diri. Senyum pada atasan memang baik, namun senyum yang terlalu banyak pada rekan kerja menggambarkan kurangnya wibawa.

Kate White, editor in chief Cosmopolitan US, membagikan "rahasia" yang seharusnya dimiliki oleh semua wanita yang ingin sukses. Sudah pasti jadi buku yang wajib dimiliki!

Testimoni
"Banyak hal-hal kecil di dalam buku ini yang tidak kita sadari dan sering kita lupakan. Kate mengajarkannya dengan sangat baik, membuat kita sadar betapa besar pengaruhnya dalam karier. So smart!" -- Canny, 29 tahun

"Dalam hidup, kita harus punya tujuan ? apa yang kita suka, apa yang kita tidak suka. Kenali hal tersebut karena setelah kita mengetahuinya, kita akan dapat menapaki tangga karier dihadapan kita dengan lebih siap." --Jessica, 25 tahun.

http://review.ghiboo.com/

25 Mei 2013

Wanita Lebih Rentan Stres Emosional

Kaum wanita memang lebih gampang stres. Berbagai hal bisa menyebabkan tekanan emosional pada diri mereka, mulai dari pekerjaan di kantor, pengasuhan anak, sampai soal penampilan.

Dalam buku The Stresses Sex: Uncovering the Truth about Men, Women, and Mental Health, Jason Freeman, menyebutkan kaum wanita beresiko 40 persen lebih besar untuk mengalami gangguan psikologi.

Freeman yang seorang profesor bidang psikologi itu mengatakan wanita rentan mengalami depresi, gangguan panik, fobia, insomnia, gangguan stres pasca trauma, serta gangguan pola makan.

Ia mengatakan, tuntutan dari lingkungan terhadap kaum wanita juga lebih besar sehingga meningkatkan level stres mereka. "Kesan sempurna diperoleh bila wanita bisa menjaga keluarga, karir, penampilan, bahkan merangkap pencari nafkah," katanya.

Melakukan pekerjaan domestik dianggap kurang bernilai, sementara wanita bekerja juga mendapat upah lebih rendah. Sehingga menurut Freeman sulit bagi wanita untuk mencapai karir yang baik tetapi tetap bisa menjalankan fungsi gandanya.

"Belum lagi mereka dihujani oleh image akan wanita sempurna. Tak heran jika mereka mengalami stres emosional," katanya.

Sementara itu pria lebih bermasalah dalam hal penanganan rasa marah, kecanduan alkohol dan obat terlarang, meski sebagian pria juga menderita depresi.

Bagi negara maju seperti Amerika dan Inggris, stres sebetulnya sudah menjadi hal umum. Tak heran jika stres dianggap sebagai "flu dunia psikiatri" karena banyaknya warga mereka yang menderita kondisi tersebut.

Para pakar percaya, aspek biologis, psikologis, dan lingkungan bisa menjelaskan mengapa stres lebih sering dialami wanita. Pengaruh hormon selama kehamilan dan masa menopuase juga menyebabkan wanita rentan depresi.

Selain itu kaum wanita juga berupaya lebih keras dalam menjaga hubungannya dengan pasangan. Mereka juga tak segan mencari pertolongan profesional jika mengalami gejala depresi, sehingga mereka lebih sering didiagnosis.

Perbedaan gaji antara pria dan wanita, dimana wanita umumnya mendapat upah lebih sedikit dibanding karyawan pria juga kerap menjadi sumber stres.

Penelitian lain yang dilakukan tim dari Universitas Yale memberikan hasil yang hampir sama, para wanita yang menjadi dosen menunjukkan perilaku bias yang sama seperti para pria. Mereka jarang menawarkan pekerjaan pada wanita, khususnya untuk posisi penting dan bergaji tinggi.

"Kondisi tersebut bisa membuat kaum wanita merasa ada yang salah dari diri mereka, mengapa mereka tak bisa sukses, dan sebagainya. Hal itu bisa memicu kecemasan dan depresi," katanya.


http://health.kompas.com

24 Mei 2013

Minyak Ikan Kurangi Efek "Junk Food"

unk food alias makanan "sampah"—karena tidak mengandung nilai gizi selain kalori—merupakan jenis makanan yang harus dihindari jika kita ingin terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Akan tetapi, jika sulit menghindari godaan junk food, mungkin ada baiknya Anda mulai rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan.
Analisis yang dilakukan pada 185 studi mengatakan bahwa suplemen minyak ikan dapat meminimalkan efek junk food pada otak. Tim peneliti asal University of Liverpool menganalisis studi-studi yang dilakukan di seluruh dunia untuk menentukan bukti manfaat suplemen asam lemak omega-3. Tim peneliti ini juga menelaah jika suplemen ini bermanfaat mengurangi berat badan.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition ini mengindikasikan bahwa diet junk food berlemak dapat menghalangi proses yang dinamakan dengan neurogenesis atau proses pembentukan sel saraf baru. Sementara diet kaya asam lemak omega-3 dapat mencegah efek negatifnya dengan merangsang area pada otak yang mengontrol makan, belajar, dan ingatan.

Meskipun tim menemukan bahwa minyak ikan tidak memiliki efek langsung pada proses ini dalam area di otak, minyak ikan memiliki peran penting dalam mengurangi kemampuan karbohidrat atau gula dan lemak jenuh untuk menghambat kontrol otak terhadap keinginan makan.

Hal ini jugalah yang menyebabkan minyak ikan bermanfaat untuk mengontrol berat badan. Ketua studi dr Lucy Pickavance dari University's Institute of Ageing and Chronic Disease mengatakan, berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor terpenting yang memengaruhinya adalah nutrien yang kita konsumsi.

"Asupan berlebihan dari makronutrien tertentu, seperti gula dan lemak jenuh yang ditemukan di junk food, dapat menyebabkan penambahan berat badan, mengganggu metabolisme, bahkan memengaruhi kemampuan kognitif," tutur Pickavance.

Perubahan ini, imbuh dia, dapat terlihat dari struktur otak, termasuk kemampuan untuk melakukan proses pembentukan sel saraf baru. Maka dari itu, dengan kata lain, obesitas terkait dengan penyakit penuaan saraf.

"Minyak ikan tidak memberikan efek langsung pada penurunan berat badan, tetapi dapat menghentikan efek dari proses penuaan di otak yang dipicu oleh makanan tinggi lemak," ujar Pickavance.

http://health.kompas.com

20 Mei 2013

Renungan Harian Kristen: PEREMPUAN PENDOSA

Renungan Harian Kristen: PEREMPUAN PENDOSA: PEREMPUAN PENDOSA YANG MERAIH KERAJAAN SORGA! Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : Lukas 7 : 36-50 Dapat kita bayangkan situa...